Wiser Way

Menjadi pemimpin, bukan tentang menyandang gelar ini itu, melainkan tentang amanah yang diemban dan harus diselesaikan.

Keren pasti, menjadi sekretaris organisasi, menjadi kepala biro atau divisi. Sibuknya sudah pasti. Rapatnya jangan ditanya, persis seperti jadwal makan; tiga kali sehari. Tapi seorang lelaki paruh baya, dengan nada datar menyejukkan, sekali lagi menyentuh hati dengan kalimat yang tidak mungkin dilupakan.

Menjadi pemimpin, bukan tentang tunjuk sana tunjuk sini. Melainkan menuntun dan membimbing dengan pasti.

Begitu kiranya pesan yang Ia tekankan. Saat euforia peralihan kekuasaan melingkupi hati, ada pemberat yang membuatnya jangan sampai terbang terlalu tinggi. Lelaki tua paruh baya ini mengingatkan, rentetan tugas bersembunyi dibalik megahnya sebuah titel.

Karena untuk apa jadi ketua, kalau dari wajah anggotanya masih tersirat rasa kecewa?

Bukan untuk terlihat gagah, tapi menjadi penengah saat jalan buntu menghadang. Menjadikan bekerja terasa mewah dibawah kepemimpinannya. Agar kata-katanya dinanti, arahannya disegani.

Lelaki paruh baya, seorang guru, seorang pembina, membuka mata bahwa pemimpin bukan sekedar menduduki tingkatan teratas. Melainkan melebur ke bawah, ke samping, ke depan dan belakang. Memenuhi ruang organisasi. Menggerakkan dari segala sisi.

Jember, 30 November 2016.

dr. Aries saat serah terima jabatan kepengurusan tbm vertex tahun 2016/2017.

Advertisements