Milestone

Siapa yang tidak tersentuh hatinya mendengar kisah Umar ibn Al Khattab, orang yang menentang Rasulullaah habis-habisan, kemudian mendapat hidayah dan malah menjadi khalifah. Kisah beliau ra yang selalu menyemangatiku untuk bangkit dari masa lalu, bahwasanya Allaah Maha Penyayang, Allaah Maha Pengampun, beliau ra yang berkeinginan membunuh Rasul malah akhirnya dijanjikan masuk surga. Betapa indah nikmat hidayahNya, betapa beruntung orang-orang yang mendapatkan.

Siapa yang tidak terenyuh mendengar kisah Mus’ab ibn Umair, kokohnya iman membuatnya rela meninggalkan harta dan trah agung keluarga. Bahkan beliau ra sampai hati meninggalkan ibunda yang sangat dicintainya namun tidak ridha akan pilihannya memeluk agama yang haq; islam. Kisahnya memotivasiku untuk tidak berkecil hati walau harus berjuang sendiri. Betapa merasuk rasa cinta padaNya, melebihi rasa cinta pada apapun di dunia.

Manusia-manusia yang disayang Allaah, barangkali hidupnya hanya tentang mencari berkah dan ridhoNya. Tiada peduli masa lalu, tiada peduli kata dunia, selama jalan yang ditempuh ialah jalan menujuNya, pantang mundur sebelum tercapai. Barangkali hidupnya hanya tentang ikhtiar, ikhlas dan tawakal. Usaha keras yang dilepas bersama gelembung harapan; cukup kulakukan untukNya, cukup bagiku balasan dariNya.

Jember, 16 November 2016.

(Tulisan yang terhenti karena gempa. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.)

 

Advertisements