#Ramadhan27: menjadi diri sendiri

aku punya beberapa kesukaan, salah satunya bercerita. entah itu menulis, entah itu berbicara. bukan, aku bukan ekstrovert, aku hanya senang mengeluarkan isi pikiranku. namun, terkadang aku berpikir. apakah orang lain pernah terganggu dengan aku yang berisik? apakah orang akan mencerca cuitanku di media sosial? apakah orang ingin menutup telinga ketika aku membuka mulut untuk bertutur kata?

kakakku berkata, pikiran orang lain bukan tanggung jawab kita. tapi aku masih tetap memikirkan ribuan bagaimana jika. aku seringkali menjauh dari diriku sendiri. aku ingin menjadi lemah lembut, padahal aku tahu, aku mudah sekali tertawa. aku ingin menahan pikiranku, padahal aku tahu, otak dan mulutku terintegrasi sempurna. aku ingin menjadi orang lain, agar orang lain menyukaiku.

tapi mulai kini, aku ingin menghargai diriku sendiri.

aku ingin tetap tertawa dan bercerita, tanpa mengkhawatirkan apa yang mereka pikirkan tentangku.

selama bahagiaku tidak tegak diatas luka, berarti aku masih boleh bahagia, kan?

aku ingin menjadi diriku sendiri.


p.s Ramadhan hampir pergi. semoga dapat berjumpa lagi tahun depan! maafkan rinduku yang semu, yang terucap tapi tidak bertindak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s