#Ramadhan5: tali sepatu

“Kak, Arin mau keliling dunia. Arin mau melihat seberapa megah sih dunia ini, sampai orang-orang banyak yang mengagungkannya.”

“Nanti kalau sudah lulus SMA ya silahkan aja, Arin. sekarang bimbel dulu sana yang rajin.”

Ia tertawa manis, mengamit tanganku ke arah pedagang cilok di seberang alun-alun. baru setengah jalan, tali sepatu kanannya lepas –terinjak oleh kaki kirinya sendiri. ia tertawa lagi dan menepuk jidatnya, seakan mengutuk kebiasaan menginjak tali sepatu nya sendiri saat berjalan. kebiasaan yang aneh, dan entah mengapa kebiasaan itu sangat cocok dengan karakternya.

***

“Kak Bayu?”

aku baru hendak meninggalkan kedai buah ini, ketika suara seseorang menghentikan langkahku.

“Eh.. iya. hehe.” aku mengamati wajahnya, berusaha mengingat identitas wanita yang memanggil namaku tersebut.

“ingat saya nggak, Kak? saya Devi, adik kelas Kak Bayu. Dulu saya kelas 12 ipa 3, sekelas sama Arin.” ujarnya.

“Oh, Devi. ingat-ingat lupa sih, hehe. pengusaha buah nih sekarang, Dev?”

“usaha kecil-kecilan aja, Kak. Malas mau ikut-ikutan teman nyari kerja di perusahaan, nanti jarang pulang. Enakan jualan begini kerjanya di rumah. Udah denger kabar dari Arin belum, Kak? Keren ya dia sekarang, sebulan di Mesir, sebulan di Dubai, eh sebulan lagi udah sampai Perancis aja. kalau bulan depan dia ke Mars saya nggak bakal heran kayaknya. hahaha.” Devi menutup mulutnya sembari tertawa.

“Iya keren banget, Dev. kamu masih sering tukar kabar sama dia? salam ya, Dev. Eh aku pamit dulu ditunggu orang rumah, buahnya mau dibawa buat jenguk tetangga. yuk, Dev.”

Aku berjalan keluar dari kedai buah mungil milik Devi. Topik yang selalu dibicarakan ketika aku tidak sengaja berpapasan dengan adik-adik kelasku: Arin. Dua tahun yang lalu ia mengajakku bertemu tepat di hari buruh tanggal 1 Mei. Mungkin ingin bermain mumpung hari libur kuliah, pikirku. Namun ternyata, alasannya mengajak bertemu sungguh membuatku terhenyak. Tanpa ada masalah apapun ia memutuskan hubungan kami saat itu juga. tanpa basa-basi, tanpa air mata. Arin tidak menghubungiku lagi setelahnya, hingga saat ini. aku marah, jelas saja. Ia pikir 5 tahun kebersamaan kami hanya bercanda? dia bahkan sempat tersenyum ketika berkata, “Aku yakin Kak Bayu akan mengerti suatu saat. Arin ingin keliling dunia, Kak. Nggak tahu apakah Arin bisa ngajak Kakak dalam keadaan seperti ini.” Dan ya, jelas saja ia tidak mengajakku. tepatnya dia tidak mengajak siapapun, dan memulai pengembaraannya sebulan setelah gelar sarjana humaniora diraihnya setahun lalu. Pilihannya menjadi jurnalis sepertinya memang ditujukan untuk menuntaskan misi keliling dunia itu. Sejak ia mulai mengunjungi beberapa negara, aku menangkap hal yang berubah darinya. tulisan di blognya tetap tajam seperti biasa, tapi ada nyawa berbeda disana. aku merasakannya sebagai… akhir perjalanan? Ia bahkan belum mengunjungi semua benua, tapi tulisannya seperti mengisyaratkan bahwa Ia telah menemukan sesuatu. mungkinkah tujuan hidupnya? sesuatu seperti… keyakinan hatinya? Tuhan?

Tas plastik berisi buah di tangan kananku nyaris terlempar jika saja aku tidak segera menyeimbangkan badan, yang refleks membuyarkan lamunanku sepanjang kedai buah hingga parkiran mobil. tali sepatu kananku terlepas –kaki kiriku menginjaknya.

Arin, gadis itu. Ia memang selalu menginjak sendiri tali sepatunya. Tapi entah mengapa, satu hal yang kuyakini, Ia tak akan pernah menjilat sendiri kata-katanya.

mungkin aku akan mengerti seperti katanya.Kapan… aku tidak tahu. Entahlah, suatu saat nanti?


Allaah tidak menghamparkan bumi lengkap dengan detailnya, menegakkan langit ditaburi bintang-bintangnya, menerbitkan matahari dari timur dan menenggelamkan di barat, melainkan supaya kita melihat tanda-tanda kebesaranNya. setelah melihat… lantas apa?

jawabannya: hijrah (:

P.S

lagi keranjingan nyerpen dan muisi. maafkan ke-random-an cerpen/puisi di pos-pos berikutnya yang nggak nyambung dengan inti pesannya, ya! :3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s