#Ramadhan1: Islam itu….

mentoring terakhir minggu lalu sebelum Ramadhan, mbak mentor kami mengangkat tema yang menurut beliau sederhana tapi wajib dihayati, yaitu kesempurnaan Islam. menurut beliau, Islam itu kompleks, mengatur sejak bangun tidur hingga tidur lagi. bercermin, memakai sandal, bersin, menguap, dan hal-hal yang seringkali kita anggap sepele sudah diatur dengan detail.

“aku pernah baca hal yang menarik. selama ini penegakan syariat Islam dianggap membahayakan, memecah belah negara, mencederai Pancasila. padahal sesungguhnya dalam syariat Islam itu, 98% mengatur tentang pribadi; akhlak dan lain-lain. dan hanya 2% yang mengatur tentang hukum; politik dan lain-lain.”

begitu kira-kira beliau menyampaikan pada kami. bahwa ternyata pula, dalam butir-butir Pancasila itu sudah terkandung syariat-syariat Islam. nah menurutku, mungkinkah selama ini perjuangan menegakkan Islam selalu dianggap radikalis, karena hanya 2% saja yang sampai? sementara 98% nya entah kemana, tidak ikut ter”kampanye”kan dengan viral?

“betapa banyak negara mayoritas non muslim yang lebih Islam daripada negara mayoritas muslim. pernah dengar Jepang dengan kedisiplinannya? Nah, Islam melarang kita menyia-nyiakan waktu lho. tapi di Indonesia yang notabene negara mayoritas muslim bagaimana tingkat kedisiplinannya dibandingkan Jepang? contoh-contoh seperti itu perlu kita ketahui.”

dari uraian beliau aku merenungi satu hal. kita ini mengaku muslim, yang berserah diri padaNya, tapi sudahkan kita berislam dengan mematuhi syariat?

“dan pada akhirnya ketika syariat Islam ditegakkan, ketika Islam dijalani dengan kaffah, ketika individu-individu bergerak ke arah yang lebih baik maka semua aspek akan menuju ke arah yang lebih baik pula.”

itulah mengapa aku yakin sekali dakwah itu perwujudan hati yang bersih, yang akan tercermin dari tingkah laku sehari-hari. semakin bersih hati kita, semakin mudah kita berperilaku baik, dan orang-orang akan semakin memahami betapa Islam sesungguhnya tegas tapi lembut, mengajak berlari tapi tak lupa menyediakan tempat istirahat. sesungguhnya Islam itu manis tapi tidak membosankan, masam tapi menyegarkan, dan pahit jika ditinggalkan.

mbak mentor kami melanjutkan dengan cerita, dulu pernah ketika beliau masih SMA beliau berteman dengan beberapa kawan non muslim. aku lupa agama apa saja, yang kuingat adalah salah seorang teman beliau yang kristen. teman kristen tersebut pergi ke gereja setiap hari, bukan hanya sabtu minggu seperti kita para muslim umumnya tahu. ketika ditanya kenapa ia pergi setiap hari, jawabannya ialah, “kalian ke masjid setiap hari, sholat setiap hari. aku juga mau dong ke tempat ibadahku setiap hari dan berdoa setiap hari juga.” kami, adik-adik mentor labil ini cuma bisa termenung kagum.

“ketika kamu berbuat baik, orang sekitarmu akan berkeinginan berbuat baik juga.”


Selamat menjalani ibadah puasa dan ibadah-ibadah lain yang pastinya dilipatgandakan ganjarannya di bulan Ramadhan penuh berkah ini! (:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s