Suatu malam di bawah purnama

H: sebenernya yang wajib datang itu saat ibadah aja.

S: *ketawa* berarti aku pulang aja ya sekarang kan nggak wajib 😀

H: iya nggak apa-apa. Kecuali kalau kamu nganggep rapat ini ibadah, berarti wajib.

S: *diem*

Agar setiap matahari muncul kita selalu mengingat, malam itu dibawah purnama temanku mengatakan bahwa ibadah wajib didatangi dan dikerjakan. Lantas, sudahkah kita meniatkan setiap ayunan tangan dan langkah kaki sebagai ibadah?

Menjelang bulan benderang; Ramadhan.

 

#StrivingForTheBest

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s