For Giving

default.jpg

Berapa banyak dalam hidupmu sebuah cap “bodoh” terlontar dari bibir sahabat-sahabatmu? Atas sebuah maaf terhadap seseorang yang menyakitimu. Walaupun sakit yang tercipta bukan hanya satu, namun tetap saja bahagia yang dia berikan berlipat kali dari itu, katamu. Dan kamu memaafkannya, membuka hati dengan keyakinan bahwa yang lalu biar saja berlalu. Kamu tersenyum lagi padanya meskipun dulu, bertahun lalu, senyum terakhirmu raib di tangannya. Dan setelah semua sedu sedan dari musim panas hingga semi, kamu memaafkannya. Tanpa syarat. Berapa banyak lagi cap “bodoh” yang kamu ingin terlontar dari bibir sahabat-sahabatmu?

Skenario yang sama, pelaku yang berbeda.

Manusia dan cap bodoh akan kelegaan hatinya untuk memaafkan.

Tuhan dan sifat Maha Penyayangnya justru tak pernah lelah memaafkan.

Manusia tidak akan menerimamu lagi untuk kesalahan fatal yang selalu kamu ulangi. Tapi Ia, dengan ke-Maha-annya, akan selalu menerimamu yang datang lalu lari, datang lagi dan lari lagi. Ia, yang maju sehasta saat kamu baru menjejak, yang berlari saat kamu mulai menghampiri. Ia, tak akan pernah sama dengan manusia yang akan dicap bodoh karena mudah memaafkan. Ia dan segala sifat Pengasih dan Pemaafnya. Ia yang akan menerimamu untuk sejuta baikmu, sejuta salahmu, dan berjuta baik dan salahmu di kemudian hari. Ia yang pintu maafnya selalu terbuka, untukmu yang selalu berusaha kembali.

Manusia dan cap bodohnya

Tuhan dan sifat Maha Pengasihnya

Skenario yang sama, pelaku yang berbeda

Bab memaafkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s