Tulisan: Sebab, Tujuan dan Citra

1.) Sebab aku menulis

sejak kecil keluargaku dibesarkan dengan buku. Mama sangat semangat untuk menumbuhkan kecintaan membaca pada anak-anaknya, walaupun pada akhirnya adikku tidak terlalu suka membaca sampai saat ini. tidak apa-apa, membaca tidak menjadi tolak ukur kecerdasan seseorang. sama seperti tidak semua orang suka memancing, tidak semua orang suka membaca. separuh hidupku kuhabiskan dengan berpikir bahwa orang suka membaca pasti berpengetahuan luas, yang sekarang dengan lugas kukatakan “tidak juga”. membaca hanyalah membaca. pengetahuan terlalu sempit untuk didefinisikan sebagai ilmu tekstual saja. jadi kuharap stigma tentang orang suka membaca lebih baik dari orang yang tidak suka membaca bisa memudar. daripada gerakan membaca, aku akan lebih setuju dengan gerakan belajar, karena konteks media yang dipakai lebih luas daripada lembar berisi tulisan. walaupun menurutku pribadi buku masih menjadi wahana paling mudah untuk mendapat pengetahuan, tidak menutup kemungkinan ada wahana lain yang lebih disukai orang, karena tiap orang punya cara menyerap pengetahuan yang berbeda-beda. setiap orang berhak menyukai atau tidak menyukai suatu hal -selama itu tidak merugikan-, tanpa adanya justifikasi, kan? kebetulan Mama sangat suka membaca, jadi menurutku wajar jika keluarganya dibentuk untuk suka membaca. dan nyatanya aku memang jadi suka membaca. begitu pula kakakku. dan kami senang dengan orang-orang yang suka membaca, sama seperti orang yang suka memancing ingin bergaul dengan orang lain yang juga suka memancing. aku sering membaca tulisan kakakku di buku bersampul kulit hitam, jenis tulisannya kebanyakan ialah puisi dan prosa, sehingga aku pun mengikuti jejaknya. ternyata aku suka, dan aku mulai menulis puisi tentang teman-temanku di sekolah dasar, bahkan menulis jurnal harian selama sekolah dasar hingga pertengahan sekolah menengah pertama. jadi dari situlah kegemaranku membaca berkembang ke arah menulis.

2.) Sebab aku mengunggahnya ke dunia maya

sejak sekolah menengah pertama aku menulis di blog, dan sudah lebih dari tiga kali aku berganti domain. alasannya sederhana, karena pada akhirnya aku selalu benci tulisanku. sering aku mendengar -dan menulis ulang-, bahwa menulis bukan untuk menyenangkan orang lain, tapi mengekspresikan diri. tidak salah memang. tapi sebagai manusia normal, aku cukup malu saat membaca tulisanku sendiri berulang kali dan sadar bahwa tulisanku tidak cukup bagus untuk dibaca orang lain. dan, apalagi tujuan kita mengunggah sesuatu ke dunia maya kalau tidak untuk dilihat orang lain? wajar saja, itu sifat dasar manusia untuk bersosialisasi. jadi, aku mengunggah tulisanku karena aku ingin ada orang yang membaca. itu sudah jelas. kalau tidak kan aku bisa saja menulis di jurnal harianku tanpa ada seorang pun tahu. semakin hari aku juga semakin berpikir, kalau sudah dibaca orang, lantas apa? sebenarnya tidak ada tujuan khusus. hanya saja aku sering mendapat pencerahan setelah membaca, dan siapa tahu tulisan yang kuunggah dapat memberikan hal serupa bagi orang lain yang membaca. kalau tidak ya tidak apa-apa. kadang aku hanya ingin menulis saja, terserah respon orang lain bagaimana. ini cukup miris untuk dikatakan, tapi begitulah dunia kita sekarang. berbagi kebahagiaan, berbagi manfaat, itu memang bagian dari niatan kita. tapi dilihat orang lain rasanya menyenangkan, bukan? dalam keyakinan yang kuanut, keinginan dilihat orang lain wajib dihindari. karena memang benar, hal tersebut adiktif, dan membuat kita kehilangan esensi hidup untuk siapa. aku tidak tahu kelak tulisanku akan kutulis dengan niat utuh memberi manfaat atau sekedar curhat dan dibaca orang lain. tapi begitulah niat, kadang aku yakin dengan niatku, kadang juga tidak. aku sendiri saja tidak tahu, apalagi yang membaca. jadi kuharap bagi yang membaca fokus mencari pelajaran atau hiburan saja, tidak usahlah cari niatku bagaimana. sementara aku akan fokus menstabilkan niatku di setiap tulisan.

3.) Apakah aku cerminan tulisanku?

kalau ada yang bertanya begini, jawabannya adalah ya. tulisanku beraneka ragam; kadang aku menulis dengan gaya semi formal seperti ini, kadang aku menulis resensi dengan santai, kadang aku berpuisi atau berprosa, tapi fokus utamaku -yang kuusahakan disetiap tulisanku-, yaitu memperkenalkan sudut pandangku dan mengenalkan keyakinanku. konten dari tulisanku tidak melulu sudah kulakukan, kadang masih berbentuk pemikiran atau kadang masih kuusahakan. jadi kalau aku menulis tentang membaca, bukan berarti aku profesional dalam hal tersebut. bisa jadi aku sedang berusaha giat membaca, atau sedang ada uneg-uneg tentang membaca. jadi, tulisanku hanya pencitraan? bisa iya bisa tidak. setiap orang membangun citranya masing-masing, disadari atau tanpa disadari. citraku di depan orangtuaku, di depan temanku, di depan guruku, sepertinya akan berbeda-beda. dan kurasa setiap orang begitu. mungkin karakter mereka tetap, hanya saja pengelolaan sikap mereka akan berbeda di depan orang yang berbeda, menurutku 70% seperti itu.

3 hal diatas ialah perkenalanku setelah setahun setengah mendiami blog ini. jadi, assalamualaikum, halo, aku Deuxy. maknanya dua, dari bahasa Perancis “deux”. selamat membaca dan memetik hasilnya, dan seperti judul blog ini, keep asking why and find out the answer!

Update: ternyata sudah 3 tahun blog ini eksis. tapi tujuan blog ini baru terbentuk 1,5 tahun yang lalu, sebelumnya hanyalah tulisan galau masa SMA, hehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s