Improvisasi

Yang menyedihkan ialah ketika sedih kita cenderung panik, dan akhirnya improvisasi itu mulai muncul. Improvisasi dalam keyakinan. Tujuannya sih mencari kebahagiaan. Tapi kita sering sekali juga lupa, bahagia sebenarnya buah dari taat pada keyakinan. Improvisasi dalam keyakinan; jalan menepis sedih yang menjerumuskan lebih jauh dalam kesedihan. Karena, ya, setan itu lebih sabar dari kita kadang-kadang. Mereka mampu menunggu, lama tak apa, sampai kita lengah dan kemudian merongrong dari dalam dengan hati-hati, pelan namun pasti.

Ibarat kata teman yang mengutip guru SMA, “kalau ‘alim ulama imannya naik turun, kalau orang macam kita ini hilang timbul.”

Tidak apa, toh Allaah tidak kemana-mana. Selalu ada waktu untuk kembali, meminta maaf, dan mengakui kita lemah karena sedih, dan kita sedih karena terlalu banyak berbuat dosa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s