simple words, hard to do: HIJRAH dan ISTIQOMAH

nggak terasa ya dua tahun sudah aku menempuh pendidikan di kampus Unej ini. it’s my second year! dan seperti tahun sebelumnya, kerohanian islam fakultas kedokteran Unej atau yang lebih dikenal sebagai IMSAC mengadakan lagi acara Imedfest bertema “Hijrah dan Istiqomah”. tahun ini, pembicaranya adalah dr. Gamal Albinsaid dan Mbak Hidayatur Rahmi. iya iya, dr. Gamal yang itu, yang dulu pas sma sempat membuatku ngebet masuk fk karena pemikirannya yang luar biasa. and today, here I am, as a medical student, meeting a person who inspired me to be what I am today. YA ALLAAH GIMANA NGGAK TERHARU COBA:” dan Mbak Rahmi, too bad aku nggak mendengarkan sampai habis karena ada keperluan. tapi Mbak Rahmi juga keren, meskipun lagi hamil masih menyempatkan diri untuk berbagi ilmu. oh iya, Mbak Rahmi ini pemain film “cinta subuh” dan “tausiyah cinta” lho.. udah pernah lihat? aku sih belum hehe nanti kapan-kapan ngecek deh filmnya.

pemateri pertama, dr. Gamal, membicarakan tentang cara-cara untuk mengoptimalkan hidup sebagai pembuka. ada pleasure, yaitu hal-hal yang kita sukai. kemudian ada strength, bidang yang kita kuasai. dan terakhir ada meaning, bidang yang bermakna. dengan perpaduan 3 hal diatas, kita akan lebih mudah mendapatkan sesuatu yang berujung pada optimalnya hidup. di jaman sekarang, achievement is a must. semua orang berlomba-lomba untuk mendapatkan sesuatu yang dapat melejitkan nama mereka. but, does it really make them happy? no. financial achievement and appearance don’t guarantee our serenity. ini mungkin terdengar sangat klise, but turns out it’s the truth. guys, duit itu perlu, menjaga penampilan pun perlu. tapi ada hal-hal lain yang jauh lebih besar dari itu yang bisa menimbulkan ketenangan dalam hidup. apa saja?

1.) sincerity atau keikhlasan. mengutip kalimat dr. Gamal, “ikhlas itu merupakan kecerdasan berfikir tentang bagaimana suatu hal yang dikerjakan itu jadi bernilai lebih.” sebagai contoh ada dua orang siswa lagi mengerjakan pr. siswa satu mengerjakan sambil menggerutu, kesal karena prnya terlalu banyak. siswa dua mengerjakan dengan tenang, ya selaw aja ntar juga selesai. pada akhirnya, keduanya memang sama-sama menyelesaikan pr mereka. tapi siswa kedua mendapat nilai lebih. apa? pahala karena bersabar, tidak menggerutu, pasrah sama Allaah kalau tetap tekun pasti selesai. capeknya padahal sama kan?

2.) love what you do. semua juga paham kayaknya kalau mencintai apa yang kita kerjakan akan memudahkan kita dalam melakukan apapun yang sedang kita kerjakan.

3.) sacrifice atau pengorbanan. untuk setiap pencapaian, harus selalu ada harga yang dibayar. dr. Gamal memberikan contoh bahwa untuk menjalankan perusahaannya, kemudian jaga di RS, dan mengisi acara seminar, beliau pernah tidak pulang dari Jum’at sampai Minggu. tapi, beliau merasa itu sebanding dengan apa yang beliau miliki saat ini.

4.) prestatif dan visioner. segala hal yang mau dilakukan harus ditimbang dulu kadar manfaatnya, dan ditentukan rentang waktu untuk mencapainya. meskipun Allaah yang menentukan, tapi setidaknya target-target tersebut yang akan memacu kita untuk berusaha semakin keras, berdoa semakin deras.

5.) kapasitas diri. sudah tahu Muhammad Al-Fatih sang penakluk Konstantinopel? ya, beliau menaklukkan kota tersebut bukan dengan duduk-duduk manis, tapi berlatih ilmu perang, dan tak pernah lupa menjaga kedekatannya dengan Sang Maha Perkasa. He learnt his own self capacity, sehingga timbulah ide untuk menaikkan kapal ke daratan, yang mungkin saja terdengar tidak masuk akal, tapi nyatanya bisa menaklukkan Konstantinopel.

nah, kelima hal diatas tidaklah berwujud layaknya uang dan kecantikan, namun lebih bermakna dalam membangun ketenangan hidup. isn’t it true that best thing is the one we felt, not see?

dr. Gamal juga bercerita tentang pencapaian beliau yang mungkin tidak akan terwujud tanpa dukungan orang tua. Ibu dr. Gamal selalu bertanya, “nanti jam berapa presentasi? jam berapa ujian?” hanya untuk memastikan bahwa ketika anaknya sedang berjuang di luar sana, beliau juga berjuang di atas sajadah. itulah mengapa Allaah tidak meletakkan surga di bawah kaki para penghafal Al-Qur’an, bukan pula dibawah kaki mujahid dan ulama. tapi Allaah meletakkan surga dibawah kaki Ibu, karena perjuangan mereka terlalu berharga untuk dibayar selain surga. dan Ayah, adalah jalan menuju surga tersebut. jadi sayangilah keduanya, taatilah keduanya dan doakan pula disetiap ujung sholat, karena melupakan mereka dalam doa adalah bentuk kedurhakaan.

yang saya suka dari dr. Gamal ialah, beliau merupakan whole package dari kecerdasan dan islam dalam satu tubuh. ilmu tanpa agama akan liar, dan agama tanpa ilmu tidak akan berujung pada apapun. namun ketika keduanya disatukan, akan tercipta harmoni peradaban. seseorang bertanya pada beliau, mengapa beliau melakukan hal yang saat ini beliau tekuni. jawabannya ialah “karena saya suka melihat orang malas menjadi produktif.” that simple. kesukaan pada kebaikan akan menimbulkan kekuatan untuk mencapainya. dan buahnya? manfaat bagi khalayak luas. prinsip beliau, lakukan yang orang lain tidak mau lakukan untuk mendapatkan apa yang orang lain tidak bisa dapatkan. kalau orang lain nggak mau belajar, ya kamu harus mau. tapi nanti dia tidak pintar, kamu bisa jadi pintar. dan selalu berulang kali beliau katakan untuk membesarkan ikhtiar, namun jangan lupa membesarkan tawakal. Allaah itu Maha Tahu, tidak akan sia-sia usaha kita yang dilepas bersama gelembung harapan hanya padaNya. ide beliau menciptakan Indonesia Medika dengan tujuan meningkatkan taraf kesehatan dan pada saat yang bersamaan memperbaiki lingkungan, itu saya salut sekali. baru-baru ini beliau merealisasikan ide untuk memberikan pelayanan ke rumah-rumah bagi pasien yang membutuhkan dengan membuat koneksi di tiap-tiap kota. tujuannya? memberikan pelayanan merata, mewujudkan sistem kesehatan yang terkoneksi dan terintegritas. and I was like, whoa. He didn’t only think about it, He actually DID it.

kalau masih ada yang bertanya-tanya, lah terus apa hubungannya dengan hijrah dan istiqomah? now I’d say that is hijrah. berubah menjadi lebih baik, and stay on the track. dr. Gamal berusaha membuat dirinya bermanfaat, karena beliau berkata orang nggak peduli kamu kaya, kamu pintar, kamu good-looking, orang cuma peduli ketika kamu bermanfaat bagi mereka. ya bener juga ya. dan, beliau berkomitmen untuk mengisi seminar motivasi seminggu minimal dua kali untuk me-recharge dirinya sendiri. hijrah? istiqomah? sure!

menurutku, menjadi muslim itu perlu dibanggakan. engga apa-apa kamu pintar sampai menang lomba internasional dan kamu muslim. engga apa-apa kamu peduli lingkungan sampai buat environmental campaign dan kamu muslim. engga apa-apa kamu keliling dunia dan kamu muslim. karena sekarang, sadly, lambang kemajuan adalah ketika kamu mampu memisahkan apa-apa yang kamu lakukan dengan keyakinanmu. but Islam doesn’t work that way, right? jadilah muslim dan banggalah. for whatever you do, please don’t hide your muslim identity. jangan pernah menganggap “nggak mau ngomongin agama ah, nanti dikira kaku.” seseorang pernah menulis kalau akidah itu rigid, tapi cara dakwah bisa berubah mengikuti jaman. kalau semua muslim bersembunyi dibalik kata “takut dibilang kaku”, “takut dibilang sok suci”, “takut dibilang omdo”, “takut dibilang kolot”, “takut dibilang keterbelakang”, then who’d show them how powerful Islam is? how cheerful, how beautiful, and how embracing our religion is?

Hijrah and Istiqomah may sound dreadful, but Allaah promised, the end is captivating, and worth every drop of tears.

p.s:

rangkuman diatas hanyalah sebatas pemahaman penulis. makna yang dimaksutkan pembicara bisa lebih dalam dari itu. dan juga, rangkuman diatas bukanlah indikasi penulis sudah berhijrah dan istiqomah (woey masih jauhT^T), tapi sebagai sarana berbagi bagi yang nggak sempat ikut Imedfest. makanya tahun depan ikut ya?! ikut simposium TBM Vertex juga! Fodisma BEM FK Unej juga! #malah #promosi #gakpapa #insyaAllaah #semua #acara #bermanfaat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s