Anniversary

IMG_20170429_044743.jpg

Happy turning into 3 years!

Aku tahu ini remeh, tapi blog ini seperti bukti pergerakan arah pikiranku. Semoga ia selalu maju, bergerak ke arah yang lebih baik, memberi makna yang lebih berarti. Seperti inti sebuah puisi sederhana karya Sapardi Djoko Damono, ketika hidup berhenti semoga serpihan-serpihan tulisan di blog ini tetap ada, menjadi saksi bahwa seorang biasa pernah bercita-cita menulis untuk bermanfaat, meskipun dalam skala kecil. Duh jadi mellow:”

Pada suatu hari nanti
Jasadku tak akan ada lagi
Tapi dalam bait-bait sajak ini
Kau takkan kurelakan sendiri

Pada suatu hari nanti
Suaraku tak terdengar lagi
Tapi di antara larik-larik sajak ini
Kau akan tetap kusiasati

Pada suatu hari nanti
Impianku pun tak dikenal lagi
Namun di sela-sela huruf sajak ini
Kau takkan letih-letihnya kucari

Karya: Sapardi Djoko Damono

Advertisements

Tulisan: Sebab, Tujuan dan Citra

1.) Sebab aku menulis

sejak kecil keluargaku dibesarkan dengan buku. Mama sangat semangat untuk menumbuhkan kecintaan membaca pada anak-anaknya, walaupun pada akhirnya adikku tidak terlalu suka membaca sampai saat ini. tidak apa-apa, membaca tidak menjadi tolak ukur kecerdasan seseorang. sama seperti tidak semua orang suka memancing, tidak semua orang suka membaca. separuh hidupku kuhabiskan dengan berpikir bahwa orang suka membaca pasti berpengetahuan luas, yang sekarang dengan lugas kukatakan “tidak juga”. membaca hanyalah membaca. pengetahuan terlalu sempit untuk didefinisikan sebagai ilmu tekstual saja. jadi kuharap stigma tentang orang suka membaca lebih baik dari orang yang tidak suka membaca bisa memudar. daripada gerakan membaca, aku akan lebih setuju dengan gerakan belajar, karena konteks media yang dipakai lebih luas daripada lembar berisi tulisan. walaupun menurutku pribadi buku masih menjadi wahana paling mudah untuk mendapat pengetahuan, tidak menutup kemungkinan ada wahana lain yang lebih disukai orang, karena tiap orang punya cara menyerap pengetahuan yang berbeda-beda. setiap orang berhak menyukai atau tidak menyukai suatu hal -selama itu tidak merugikan-, tanpa adanya justifikasi, kan? kebetulan Mama sangat suka membaca, jadi menurutku wajar jika keluarganya dibentuk untuk suka membaca. dan nyatanya aku memang jadi suka membaca. begitu pula kakakku. dan kami senang dengan orang-orang yang suka membaca, sama seperti orang yang suka memancing ingin bergaul dengan orang lain yang juga suka memancing. aku sering membaca tulisan kakakku di buku bersampul kulit hitam,┬ájenis tulisannya kebanyakan ialah puisi dan prosa, sehingga aku pun mengikuti jejaknya. ternyata aku suka, dan aku mulai menulis puisi tentang teman-temanku di sekolah dasar, bahkan menulis jurnal harian selama sekolah dasar hingga pertengahan sekolah menengah pertama. jadi dari situlah kegemaranku membaca berkembang ke arah menulis.

2.) Sebab aku mengunggahnya ke dunia maya

sejak sekolah menengah pertama aku menulis di blog, dan sudah lebih dari tiga kali aku berganti domain. alasannya sederhana, karena pada akhirnya aku selalu benci tulisanku. sering aku mendengar -dan menulis ulang-, bahwa menulis bukan untuk menyenangkan orang lain, tapi mengekspresikan diri. tidak salah memang. tapi sebagai manusia normal, aku cukup malu saat membaca tulisanku sendiri berulang kali dan sadar bahwa tulisanku tidak cukup bagus untuk dibaca orang lain. dan, apalagi tujuan kita mengunggah sesuatu ke dunia maya kalau tidak untuk dilihat orang lain? wajar saja, itu sifat dasar manusia untuk bersosialisasi. jadi, aku mengunggah tulisanku karena aku ingin ada orang yang membaca. itu sudah jelas. kalau tidak kan aku bisa saja menulis di jurnal harianku tanpa ada seorang pun tahu. semakin hari aku juga semakin berpikir, kalau sudah dibaca orang, lantas apa? sebenarnya tidak ada tujuan khusus. hanya saja aku sering mendapat pencerahan setelah membaca, dan siapa tahu tulisan yang kuunggah dapat memberikan hal serupa bagi orang lain yang membaca. kalau tidak ya tidak apa-apa. kadang aku hanya ingin menulis saja, terserah respon orang lain bagaimana. ini cukup miris untuk dikatakan, tapi begitulah dunia kita sekarang. berbagi kebahagiaan, berbagi manfaat, itu memang bagian dari niatan kita. tapi dilihat orang lain rasanya menyenangkan, bukan? dalam keyakinan yang kuanut, keinginan dilihat orang lain wajib dihindari. karena memang benar, hal tersebut adiktif, dan membuat kita kehilangan esensi hidup untuk siapa. aku tidak tahu kelak tulisanku akan kutulis dengan niat utuh memberi manfaat atau sekedar curhat dan dibaca orang lain. tapi begitulah niat, kadang aku yakin dengan niatku, kadang juga tidak. aku sendiri saja tidak tahu, apalagi yang membaca. jadi kuharap bagi yang membaca fokus mencari pelajaran atau hiburan saja, tidak usahlah cari niatku bagaimana. sementara aku akan fokus menstabilkan niatku di setiap tulisan.

3.) Apakah aku cerminan tulisanku?

kalau ada yang bertanya begini, jawabannya adalah ya. tulisanku beraneka ragam; kadang aku menulis dengan gaya semi formal seperti ini, kadang aku menulis resensi dengan santai, kadang aku berpuisi atau berprosa, tapi fokus utamaku -yang kuusahakan disetiap tulisanku-, yaitu memperkenalkan sudut pandangku dan mengenalkan keyakinanku. konten dari tulisanku tidak melulu sudah kulakukan, kadang masih berbentuk pemikiran atau kadang masih kuusahakan. jadi kalau aku menulis tentang membaca, bukan berarti aku profesional dalam hal tersebut. bisa jadi aku sedang berusaha giat membaca, atau sedang ada uneg-uneg tentang membaca. jadi, tulisanku hanya pencitraan? bisa iya bisa tidak. setiap orang membangun citranya masing-masing, disadari atau tanpa disadari. citraku di depan orangtuaku, di depan temanku, di depan guruku, sepertinya akan berbeda-beda. dan kurasa setiap orang begitu. mungkin karakter mereka tetap, hanya saja pengelolaan sikap mereka akan berbeda di depan orang yang berbeda, menurutku 70% seperti itu.

3 hal diatas ialah perkenalanku setelah setahun setengah mendiami blog ini. jadi, assalamualaikum, halo, aku Deuxy. maknanya dua, dari bahasa Perancis “deux”. selamat membaca dan memetik hasilnya, dan seperti judul blog ini, keep asking why and find out the answer!

Update: ternyata sudah 3 tahun blog ini eksis. tapi tujuan blog ini baru terbentuk 1,5 tahun yang lalu, sebelumnya hanyalah tulisan galau masa SMA, hehe.

Improvisasi

Yang menyedihkan ialah ketika sedih kita cenderung panik, dan akhirnya improvisasi itu mulai muncul. Improvisasi dalam keyakinan. Tujuannya sih mencari kebahagiaan. Tapi kita sering sekali juga lupa, bahagia sebenarnya buah dari taat pada keyakinan. Improvisasi dalam keyakinan; jalan menepis sedih yang menjerumuskan lebih jauh dalam kesedihan. Karena, ya, setan itu lebih sabar dari kita kadang-kadang. Mereka mampu menunggu, lama tak apa, sampai kita lengah dan kemudian merongrong dari dalam dengan hati-hati, pelan namun pasti.

Ibarat kata teman yang mengutip guru SMA, “kalau ‘alim ulama imannya naik turun, kalau orang macam kita ini hilang timbul.”

Tidak apa, toh Allaah tidak kemana-mana. Selalu ada waktu untuk kembali, meminta maaf, dan mengakui kita lemah karena sedih, dan kita sedih karena terlalu banyak berbuat dosa.

Things to Appreciate

There are times when I feel like the world is against me. Betrayal, lies, pressures, and other cruel things I could not stand keep happening.

But there are also times when I feel like I’m the bravest human ever standing.

This post is a reminder that with the heavy rain, sure come blessings. It’s a reminder that He cared, He loved me, He never leave. A reminder that I have them. The girl who is there to listen to my anxieties. Will I go through this? Do I suit my current field? Will I ever make it to the end? “strengthen your heart”, she always says. The man who opens up his arms to embrace me when I fall down. The only living thing I called home. My first love, my true knight, my father. The women whom I cannot mention characters’ one by one; mothers, sisters, bestfriends, my treasures in life. I truly appreciate their existence.

I’d keep this writing as a lifetime reminder, I am never alone. I, in this world, don’t need to face everything by myself. He lend me them.

And you, whoever you are, look around. Are you sure you have nobody? Look carefully. There will always be someone that loves you for you. And, besides, you have me. You, #letstalk. Lets not drown in our sorrow.

Listen to Them and Understand their Struggles (of our Muslim Female Youth)

Source: Listen to Them and Understand their Sexual Struggles (of our Muslim Female Youth)

To anyone who came into this post, please read. Wether you came here on your own or inadvertently, just read so we could tell our friends, our families, our next generation that us, muslims, should end this double standard.

Every human struggles the same desire. You may read that men have higher desire but doesn’t mean women don’t have any. So, instead of judging what is normal for boys aren’t normal for girls, let’s say it is all wrong. Watching porn is wrong wether it is done by boys or girls. Any other things that lead into zina, is wrong, for both gender. Instead of telling only women to cover up because they are men’s biggest fitnah (still it is true), tell both gender to cover up properly and lower their gaze because just like women to men are fitnah, so are men to women.

Let’s end this double standard starting from ourselves. Do not belittle women. They aren’t the purest creature who can hold back every desire. They, we, including me as a woman myself, are just humans.

P.s this may not bring a big impact, as I always post a lot of random things, so why this kind of post out of nowhere? but I hope even my randomest post will bring a new perspective to those who read. And more, for myself.

#muslimmatters

The Best of You

Umar ibn Al Khattab yang kuat dan perkasa tidak mau menyerah mencari unta zakat yang lepas di padang pasir.

Utsman ibn ‘Affan menyuruh budaknya membantu Umar mencari unta zakat yang lepas, dan akan dimerdekakan pun diberi berkeping-keping dirham jika berhasil.

Namun Umar tak meminta bantuan Utsman, dan Utsman tak memaksa agar Umar menerima bantuan budaknya.

Karakter boleh berbeda, namun kecintaan pada Allaah membuat mereka saling paham satu sama lain. Umar mengerti latar belakang Utsman yang merupakan keluarga kaya, dan Utsman paham latar belakang Umar dari keluarga pekerja keras.

Sama seperti kita dan kawan-kawan disekeliling kita. Karakter boleh berbeda, jalan pikiran boleh tak sama, namun akidah tetap searah, dan ukhuwah wajib selalu merekah.

Khadijah yang lembut dan penyayang, Aisyah yang pintar dan periang. Mereka boleh berbeda, tapi tak sekalipun Rasul berkeinginan merubah mereka untuk menjadi serupa.

Sama seperti kita dan kawan-kawan di sekeliling kita. Cintailah mereka dengan segala keunikannya. Tugas kita adalah saling mengingatkan, beriringan dalam sabar dan nasehat kebaikan.

Kamu pemalu, kami terima

Kamu suka tertawa, kami bahagia

Kamu penyayang, kami senang

Kamu perasa, kami tak apa

Kamu pandai bercerita, kami suka

Kamu tertutup, kami setia

Jadilah dirimu sendiri, dalam versi sebaik-baiknya.

1491720279507

 

simple words, hard to do: HIJRAH dan ISTIQOMAH

nggak terasa ya dua tahun sudah aku menempuh pendidikan di kampus Unej ini. it’s my second year! dan seperti tahun sebelumnya, kerohanian islam fakultas kedokteran Unej atau yang lebih dikenal sebagai IMSAC mengadakan lagi acara Imedfest bertema “Hijrah dan Istiqomah”. tahun ini, pembicaranya adalah dr. Gamal Albinsaid dan Mbak Hidayatur Rahmi. iya iya, dr. Gamal yang itu, yang dulu pas sma sempat membuatku ngebet masuk fk karena pemikirannya yang luar biasa. and today, here I am, as a medical student, meeting a person who inspired me to be what I am today. YA ALLAAH GIMANA NGGAK TERHARU COBA:” dan Mbak Rahmi, too bad aku nggak mendengarkan sampai habis karena ada keperluan. tapi Mbak Rahmi juga keren, meskipun lagi hamil masih menyempatkan diri untuk berbagi ilmu. oh iya, Mbak Rahmi ini pemain film “cinta subuh” dan “tausiyah cinta” lho.. udah pernah lihat? aku sih belum hehe nanti kapan-kapan ngecek deh filmnya.

pemateri pertama, dr. Gamal, membicarakan tentang cara-cara untuk mengoptimalkan hidup sebagai pembuka. ada pleasure, yaitu hal-hal yang kita sukai. kemudian ada strength, bidang yang kita kuasai. dan terakhir ada meaning, bidang yang bermakna. dengan perpaduan 3 hal diatas, kita akan lebih mudah mendapatkan sesuatu yang berujung pada optimalnya hidup. di jaman sekarang, achievement is a must. semua orang berlomba-lomba untuk mendapatkan sesuatu yang dapat melejitkan nama mereka. but, does it really make them happy? no. financial achievement and appearance don’t guarantee our serenity. ini mungkin terdengar sangat klise, but turns out it’s the truth. guys, duit itu perlu, menjaga penampilan pun perlu. tapi ada hal-hal lain yang jauh lebih besar dari itu yang bisa menimbulkan ketenangan dalam hidup. apa saja?

1.) sincerity atau keikhlasan. mengutip kalimat dr. Gamal, “ikhlas itu merupakan kecerdasan berfikir tentang bagaimana suatu hal yang dikerjakan itu jadi bernilai lebih.” sebagai contoh ada dua orang siswa lagi mengerjakan pr. siswa satu mengerjakan sambil menggerutu, kesal karena prnya terlalu banyak. siswa dua mengerjakan dengan tenang, ya selaw aja ntar juga selesai. pada akhirnya, keduanya memang sama-sama menyelesaikan pr mereka. tapi siswa kedua mendapat nilai lebih. apa? pahala karena bersabar, tidak menggerutu, pasrah sama Allaah kalau tetap tekun pasti selesai. capeknya padahal sama kan?

2.) love what you do. semua juga paham kayaknya kalau mencintai apa yang kita kerjakan akan memudahkan kita dalam melakukan apapun yang sedang kita kerjakan.

3.) sacrifice atau pengorbanan. untuk setiap pencapaian, harus selalu ada harga yang dibayar. dr. Gamal memberikan contoh bahwa untuk menjalankan perusahaannya, kemudian jaga di RS, dan mengisi acara seminar, beliau pernah tidak pulang dari Jum’at sampai Minggu. tapi, beliau merasa itu sebanding dengan apa yang beliau miliki saat ini.

4.) prestatif dan visioner. segala hal yang mau dilakukan harus ditimbang dulu kadar manfaatnya, dan ditentukan rentang waktu untuk mencapainya. meskipun Allaah yang menentukan, tapi setidaknya target-target tersebut yang akan memacu kita untuk berusaha semakin keras, berdoa semakin deras.

5.) kapasitas diri. sudah tahu Muhammad Al-Fatih sang penakluk Konstantinopel? ya, beliau menaklukkan kota tersebut bukan dengan duduk-duduk manis, tapi berlatih ilmu perang, dan tak pernah lupa menjaga kedekatannya dengan Sang Maha Perkasa. He learnt his own self capacity, sehingga timbulah ide untuk menaikkan kapal ke daratan, yang mungkin saja terdengar tidak masuk akal, tapi nyatanya bisa menaklukkan Konstantinopel.

nah, kelima hal diatas tidaklah berwujud layaknya uang dan kecantikan, namun lebih bermakna dalam membangun ketenangan hidup. isn’t it true that best thing is the one we felt, not see?

dr. Gamal juga bercerita tentang pencapaian beliau yang mungkin tidak akan terwujud tanpa dukungan orang tua. Ibu dr. Gamal selalu bertanya, “nanti jam berapa presentasi? jam berapa ujian?” hanya untuk memastikan bahwa ketika anaknya sedang berjuang di luar sana, beliau juga berjuang di atas sajadah. itulah mengapa Allaah tidak meletakkan surga di bawah kaki para penghafal Al-Qur’an, bukan pula dibawah kaki mujahid dan ulama. tapi Allaah meletakkan surga dibawah kaki Ibu, karena perjuangan mereka terlalu berharga untuk dibayar selain surga. dan Ayah, adalah jalan menuju surga tersebut. jadi sayangilah keduanya, taatilah keduanya dan doakan pula disetiap ujung sholat, karena melupakan mereka dalam doa adalah bentuk kedurhakaan.

yang saya suka dari dr. Gamal ialah, beliau merupakan whole package dari kecerdasan dan islam dalam satu tubuh. ilmu tanpa agama akan liar, dan agama tanpa ilmu tidak akan berujung pada apapun. namun ketika keduanya disatukan, akan tercipta harmoni peradaban. seseorang bertanya pada beliau, mengapa beliau melakukan hal yang saat ini beliau tekuni. jawabannya ialah “karena saya suka melihat orang malas menjadi produktif.” that simple. kesukaan pada kebaikan akan menimbulkan kekuatan untuk mencapainya. dan buahnya? manfaat bagi khalayak luas. prinsip beliau, lakukan yang orang lain tidak mau lakukan untuk mendapatkan apa yang orang lain tidak bisa dapatkan. kalau orang lain nggak mau belajar, ya kamu harus mau. tapi nanti dia tidak pintar, kamu bisa jadi pintar. dan selalu berulang kali beliau katakan untuk membesarkan ikhtiar, namun jangan lupa membesarkan tawakal. Allaah itu Maha Tahu, tidak akan sia-sia usaha kita yang dilepas bersama gelembung harapan hanya padaNya. ide beliau menciptakan Indonesia Medika dengan tujuan meningkatkan taraf kesehatan dan pada saat yang bersamaan memperbaiki lingkungan, itu saya salut sekali. baru-baru ini beliau merealisasikan ide untuk memberikan pelayanan ke rumah-rumah bagi pasien yang membutuhkan dengan membuat koneksi di tiap-tiap kota. tujuannya? memberikan pelayanan merata, mewujudkan sistem kesehatan yang terkoneksi dan terintegritas. and I was like, whoa. He didn’t only think about it, He actually DID it.

kalau masih ada yang bertanya-tanya, lah terus apa hubungannya dengan hijrah dan istiqomah? now I’d say that is hijrah. berubah menjadi lebih baik, and stay on the track. dr. Gamal berusaha membuat dirinya bermanfaat, karena beliau berkata orang nggak peduli kamu kaya, kamu pintar, kamu good-looking, orang cuma peduli ketika kamu bermanfaat bagi mereka. ya bener juga ya. dan, beliau berkomitmen untuk mengisi seminar motivasi seminggu minimal dua kali untuk me-recharge dirinya sendiri. hijrah? istiqomah? sure!

menurutku, menjadi muslim itu perlu dibanggakan. engga apa-apa kamu pintar sampai menang lomba internasional dan kamu muslim. engga apa-apa kamu peduli lingkungan sampai buat environmental campaign dan kamu muslim. engga apa-apa kamu keliling dunia dan kamu muslim. karena sekarang, sadly, lambang kemajuan adalah ketika kamu mampu memisahkan apa-apa yang kamu lakukan dengan keyakinanmu. but Islam doesn’t work that way, right? jadilah muslim dan banggalah. for whatever you do, please don’t hide your muslim identity. jangan pernah menganggap “nggak mau ngomongin agama ah, nanti dikira kaku.” seseorang pernah menulis kalau akidah itu rigid, tapi cara dakwah bisa berubah mengikuti jaman. kalau semua muslim bersembunyi dibalik kata “takut dibilang kaku”, “takut dibilang sok suci”, “takut dibilang omdo”, “takut dibilang kolot”, “takut dibilang keterbelakang”, then who’d show them how powerful Islam is? how cheerful, how beautiful, and how embracing our religion is?

Hijrah and Istiqomah may sound dreadful, but Allaah promised, the end is captivating, and worth every drop of tears.

p.s:

rangkuman diatas hanyalah sebatas pemahaman penulis. makna yang dimaksutkan pembicara bisa lebih dalam dari itu. dan juga, rangkuman diatas bukanlah indikasi penulis sudah berhijrah dan istiqomah (woey masih jauhT^T), tapi sebagai sarana berbagi bagi yang nggak sempat ikut Imedfest. makanya tahun depan ikut ya?! ikut simposium TBM Vertex juga! Fodisma BEM FK Unej juga! #malah #promosi #gakpapa #insyaAllaah #semua #acara #bermanfaat