love and in love

suatu hari aku membaca sebuah artikel online, tentang cinta dan jatuh cinta. love and in love. beberapa orang menyatakan bahwa mereka mencintai pasangan mereka, tapi mereka tidak jatuh cinta. dalam artian, tentu saja mereka tidak ingin kehilangan pasangan masing-masing, hanya saja menjaga pasangan mereka tak terasa bagai letupan rasa senang.

dalam rumus jatuh cinta yang aku pahami, kita akan berusaha membahagiakan orang yang membuat kita jatuh cinta tersebut. setiap ia tersenyum terasa seperti epinefrin dalam tubuh, bikin semangat! sehingga usaha-usaha lain akan dilakukan, demi membuatnya tetap tersenyum, dan membuat kita tetap semangat. tapi, di dalam rumus yang aku pahami tadi berlaku juga masa expired. semakin lama, tanpa usaha apapun bahkan orang yang membuat kita jatuh cinta akan selalu tersenyum, sehingga perlahan usaha kita akan berkurang. kita jadi tahu, alasan ia tersenyum bukanlah usaha kita lagi, tapi kita sendiri. awalnya akan terasa membahagiakan, fakta bahwa kitalah sekarang alasannya tersenyum. namun seiring jalannya waktu, cinta tadi akan terbangun, tidak lagi terjatuh. dan, pada saat semua terasa hambar, kita baru akan menyadari, yang membuat semangat ialah usaha kita untuk membuatnya tersenyum, bukan senyumnya.

bayangkan ketika kita ditakdirkan terlahir dalam Islam, dalam jangka waktu berpuluh tahun tersebut, sudahkah kita jatuh cinta paga agama ini, lagi dan lagi, dan merasa selalu semangat menjalaninya?

jadi, mari jatuh cinta!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s