Merenung

Pernahkah kalian mendengar tentang seseorang yang saking menginspirasinya, kalian sampai bengong terkagum-kagum, hingga berpikir mereka tidak punya kekurangan apapun? Pasti keren ya, indah parasnya, baik tutur sikapnya, bermanfaat tiap langkahnya.

Tapi pernahkah juga mendengar tentang seseorang yang, datar saja hidupnya, tidak terlalu menonjol pun tidak terpuruk amat, mengikuti arus, standar lah istilahnya?

Sebegitu cepat kita menilai orang lain, bahkan 10 detik pertama rasanya kita sudah bisa ikut merasakan seru maupun bosannya hidup seseorang. Kita mana tahu, dalam hidup sang inspirator ada kepahitan macam apa. Atau, betapa sang manusia biasa cinta mati dengan memasak, sampai hanya dengan memasak untuk keluarganya saja ia sangat gembira, tanpa titel maupun prestasi lainnya.

Dulunya akupun merasa, jadi hebat itu berarti punya pengaruh, bermanfaat bagi khalayak ramai. Belajar sampai Eropa! Bekerja sosial sampai Palestina! Pokoknya yang menuntutku dikenal orang banyak, menjadi inspirasi masyarakat. Tapi tulisan Mas Kurniawan Gunadi tentang menjadi manusia biasa, menyentil egoku. Wah, selama ini aku tidak pernah memandang tetanggaku yang buka laundry itu hebat. Mana ada prestasinya melanglang buana ke seluruh dunia. Tapi, dari tangannya ia berhasil menopang ekonomi keluarga, menjaga rumahnya tetap bersih terawat, membesarkan anaknya dengan sehat. Singkatnya, beliau sangat bermanfaat. Mungkin tidak bagiku, atau tetanggaku yang lain, apalagi masyarakat se-Kabupaten, tapi ia bermanfaat bagi keluarganya. Sekecil apapun, nyatanya, manfaat tetaplah manfaat. Walau hanya sebentuk muhasabah sebelum tidur, jika itu memperbaiki akhlaknya, itulah manfaat. Aku berpikir terlalu jauh, hingga melupakan hal terpenting dalam upaya menjadi lebih baik.

Hingga aku menulis ini, aku mendengar kabar temanku yang sekarang sukses dengan usahanya, bekerja keras memperbaiki jiwa leadershipnya. Sungguh, kudoakan semoga ia senantiasa mendapat manfaat dari hal tersebut. Dan teman-temanku lainnya, yang masih menuntut ilmu, atau melakukan kegiatan lain, yang mungkin saja belum merasa sukses baik finansial maupun akademik, aku percaya sekarang, pasti ada manfaatnya selama itu diniatkan kebaikan. Pasti ada, sekecil apapun itu.

Menyenangkan bukan ketika kita sadar, ternyata, hal kecil berisi kebaikan yang senantiasa kita remehkan ternyata ada manfaatnya?

Bersyukurlah, karena ternyata kita semua manusia-manusia bermanfaat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s