Bersandar pada manusia itu riskan, mereka bisa saja berdiri tiba-tiba dan meninggalkanmu terjatuh sendirian.

Suatu hari nanti sebuah kenyataan getir akan menyapa,

Kesedihanmu ialah syukur, untung saja nasib mereka tak seburuk nasibmu.

Kebahagiaanmu ialah nestapa, mengapa kamu bisa dan mereka tidak?

Di masa tertentu, kamu akan kecewa pada manusia,

dan segala perbandingan hidupnya.

Advertisements

love and in love

suatu hari aku membaca sebuah artikel online, tentang cinta dan jatuh cinta. love and in love. beberapa orang menyatakan bahwa mereka mencintai pasangan mereka, tapi mereka tidak jatuh cinta. dalam artian, tentu saja mereka tidak ingin kehilangan pasangan masing-masing, hanya saja menjaga pasangan mereka tak terasa bagai letupan rasa senang.

dalam rumus jatuh cinta yang aku pahami, kita akan berusaha membahagiakan orang yang membuat kita jatuh cinta tersebut. setiap ia tersenyum terasa seperti epinefrin dalam tubuh, bikin semangat! sehingga usaha-usaha lain akan dilakukan, demi membuatnya tetap tersenyum, dan membuat kita tetap semangat. tapi, di dalam rumus yang aku pahami tadi berlaku juga masa expired. semakin lama, tanpa usaha apapun bahkan orang yang membuat kita jatuh cinta akan selalu tersenyum, sehingga perlahan usaha kita akan berkurang. kita jadi tahu, alasan ia tersenyum bukanlah usaha kita lagi, tapi kita sendiri. awalnya akan terasa membahagiakan, fakta bahwa kitalah sekarang alasannya tersenyum. namun seiring jalannya waktu, cinta tadi akan terbangun, tidak lagi terjatuh. dan, pada saat semua terasa hambar, kita baru akan menyadari, yang membuat semangat ialah usaha kita untuk membuatnya tersenyum, bukan senyumnya.

bayangkan ketika kita ditakdirkan terlahir dalam Islam, dalam jangka waktu berpuluh tahun tersebut, sudahkah kita jatuh cinta paga agama ini, lagi dan lagi, dan merasa selalu semangat menjalaninya?

jadi, mari jatuh cinta!

Dua arah

Ada banyak jalan yang telah kita ambil tidak memiliki pilihan untuk memutar balik. Kita tidak bisa kembali ke titik awal. Kita tidak bisa mengulang kembali dan mengubah keputusan yang dulu pernah kita buat. Dan untuk hal-hal yang seperti itu, kita perlu lebih banyak sabar dan lebih besar iman. Sebab memang bisa jadi, jalan inilah yang menjadi ladang amal terbaik kita. Meski kita tertatih-tatih menjalaninya. (Kurniawan Gunadi)

Seperti kita yang memutuskan untuk maju,

Kuharap ladang amal terbaik membentang luas di depan mata.

Untukmu,

Untukku,

Dan hidup kita yang bagai cermin dua arah.

 

Merenung

Pernahkah kalian mendengar tentang seseorang yang saking menginspirasinya, kalian sampai bengong terkagum-kagum, hingga berpikir mereka tidak punya kekurangan apapun? Pasti keren ya, indah parasnya, baik tutur sikapnya, bermanfaat tiap langkahnya.

Tapi pernahkah juga mendengar tentang seseorang yang, datar saja hidupnya, tidak terlalu menonjol pun tidak terpuruk amat, mengikuti arus, standar lah istilahnya?

Sebegitu cepat kita menilai orang lain, bahkan 10 detik pertama rasanya kita sudah bisa ikut merasakan seru maupun bosannya hidup seseorang. Kita mana tahu, dalam hidup sang inspirator ada kepahitan macam apa. Atau, betapa sang manusia biasa cinta mati dengan memasak, sampai hanya dengan memasak untuk keluarganya saja ia sangat gembira, tanpa titel maupun prestasi lainnya.

Dulunya akupun merasa, jadi hebat itu berarti punya pengaruh, bermanfaat bagi khalayak ramai. Belajar sampai Eropa! Bekerja sosial sampai Palestina! Pokoknya yang menuntutku dikenal orang banyak, menjadi inspirasi masyarakat. Tapi tulisan Mas Kurniawan Gunadi tentang menjadi manusia biasa, menyentil egoku. Wah, selama ini aku tidak pernah memandang tetanggaku yang buka laundry itu hebat. Mana ada prestasinya melanglang buana ke seluruh dunia. Tapi, dari tangannya ia berhasil menopang ekonomi keluarga, menjaga rumahnya tetap bersih terawat, membesarkan anaknya dengan sehat. Singkatnya, beliau sangat bermanfaat. Mungkin tidak bagiku, atau tetanggaku yang lain, apalagi masyarakat se-Kabupaten, tapi ia bermanfaat bagi keluarganya. Sekecil apapun, nyatanya, manfaat tetaplah manfaat. Walau hanya sebentuk muhasabah sebelum tidur, jika itu memperbaiki akhlaknya, itulah manfaat. Aku berpikir terlalu jauh, hingga melupakan hal terpenting dalam upaya menjadi lebih baik.

Hingga aku menulis ini, aku mendengar kabar temanku yang sekarang sukses dengan usahanya, bekerja keras memperbaiki jiwa leadershipnya. Sungguh, kudoakan semoga ia senantiasa mendapat manfaat dari hal tersebut. Dan teman-temanku lainnya, yang masih menuntut ilmu, atau melakukan kegiatan lain, yang mungkin saja belum merasa sukses baik finansial maupun akademik, aku percaya sekarang, pasti ada manfaatnya selama itu diniatkan kebaikan. Pasti ada, sekecil apapun itu.

Menyenangkan bukan ketika kita sadar, ternyata, hal kecil berisi kebaikan yang senantiasa kita remehkan ternyata ada manfaatnya?

Bersyukurlah, karena ternyata kita semua manusia-manusia bermanfaat!

Pintu hati

Allaah membuka pintu hati orang-orang yang dikehendaki.

Allaah juga menutup pintu hati orang-orang yang dikehendaki.

Yang kutakutkan ialah, aku selalu mengira selama ini hatiku telah dibuka, padahal, perlahan-lahan Allaah sedang menjauhkanku dari-Nya.

):

I promise

you will never be erased

when the memories collapse

into nothingness

I save you there,

on the street you casually took me,

on the third chapter of the book

which smelled like you,

on the night wind that blew

your name,

I torn you into pieces

and keep you

everywhere,

you will never be erased.

 

Because It’s The First Time

Assalamualaikum! wah sudah Januari lagi aja yaa, Januari always brings special feelings to me, so does Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember, wkwk. judul kali ini mengacu pada mini drama yang kusuka karena ada Choi Minho dan Kim Min Jae. mari menelusuri 2016 sebelum menghadapi 2017 ke depan, yehey!

Januari 2016 jadi titik balik dalam hidupku, I got so much power in me to do anything, semangat melakukan apapun karena… dendam. yha. tahukah kamu bahwa dendam, sakit hati, and such things ternyata memberimu kekuatan untuk melakukan hal besar? of course! sometimes it gives you a bigger power than happiness… coba lihat aja X-Men, Magneto selalu melakukan suatu kerusakan besar karena rasa sakit hatinya. eits tapi apapun yang didasari oleh keburukan, tidak akan bertahan lama. jadi aku mencoba untuk menghilangkan rasa dendam dengan berusaha mengingat kebaikan. memang nggak gampang, apalagi untuk orang yang sensitif hehe, tapi setiap kali rasa dendam itu menyuruh untuk membalas, aku mengingatkan diri sendiri untuk berdamai dengan rasa sakit. it didn’t happen only a day though, it happened like almost everyday! ya, bayangkan betapa menyiksanya rasa dendam, yang akan memunculkan rasa-rasa menjijikkan lainnya, soo terrific! tapi kakakku selalu bilang, when you let it go, it won’t hurt you. I put aside all the bad words, the empty promises, everything that brought me down and made me feel like a trash, and I encourage myself, for some people, I was their flower. jadi aku akan mekar untuk orang yang benar-benar menganggapku bunga saja. and it worked! terimakasih kakak tercinta, wkwk. sejak saat itu, aku tidak ingin sakit hati mengendalikanku lagi. enough is enough. so I started to heal my self, day by day, week after week, and there I found a love I cannot forget. His love. dan seperti sudah direncanakan olehNya, beberapa aspek di hidupku mulai berubah, sedikit banyak selalu mengingatkanku padaNya. aku terharu banget, mulai dari bertemu Mbak F, my very first teacher, befriended with I and N, whom I hate for being mean to me most of the time but they are the ones who reminded me about afterlife, friends for Jannah, can we? wkwk so cheesy but aku mengamini sungguh-sungguh. my bestfriend since high school, G, which I rarely talk to but always understood my problems, cheered me with her koplak behaviour, my partner when it came to galauin jodoh but we knew oppa seems quite impossible. my bro and sis, sodaraku, maybe I was tired but they always had my back. kawan-kawan tangguhku yang mageran, kuy mountainering depan berangkat seangkatan? wkwk.

months after, Juli 2016, puasa di tanah rantau untuk pertama kali. kangen banget masak sahur dan buka puasa, dan semenjak kuliah jadi jarang masak bahkan balik ke rumah pun males masak, mau istirahat aja alasannya. huehue. but I gained weight! 5 kilos! bayangkan, for the very first time of my life timbangan menunjuk angka 40. yha, memang masih kecil but look at my achievement(‘: sesuai perjanjian, aku dibelikan ayam kfc satu ember haha, ini perjanjian sama Mama, even when she’s gone I knew she must be proud of me too. pertengahan tahun ini aku juga join Unej Mengajar, yang meskipun sering bolosnya daripada masuknya, memberi banyak kenangan dan pelajaran, shout out to my Bintoro 5 fellas, setrong-setrong nyetir ke pelosok Patrang untuk berbagi kebahagiaan dengan adik-adik disana. aku sih nggak pernah berani nyetir, jalannya bahkan lebih susah daripada jalan ke Ijen Subhanallaah, amazing pokoknya. aku juga join BEM, dimana aku bertemu mas-mas yang puinter banget ngomong, mas B, aku curiga intrapersonal di tes psikologinya pasti tinggi banget. ketemu mas-mas pinter yang kukira pendiam eh ternyata nggak banget wkwk, komandan I, pujaan hati salah satu sodaraku. dan ada juga G yang suka banget ngebully, heran aja, apakah ngomong Bali di Utara Jawa itu fatal banget? huft.

September, Oktober, November 2016 berjalan dengan cepat. 19 years old I am! woah, can everyone feel the hype? miss-almost-2o! Sinaps-Boomfiesta mengisi hari-hariku. setiap hari berunding dengan V, membicarakan anggaran, bolak-balik ambil uang, dinyolotin mbak-mbak bank. wah seru banget pokoknya, untung V adalah partner finansial terbaik sepanjang masa, meskipun aku sering tengkar lucu sama dia but she never complain. selalu nawarin untuk ngambil alih tugasku, padahal rasanya semua tugas dia yang ngerjakan. selalu merasa dia nggak membantu sama sekali padahal she was a great help! nggak tahu lagi kalau bukan dia, bakal sepusing apa aku melakukan tugas ini. ketua dan wakil 1 yang selalu kelihatan mendung wajahnya, F dan A, cowok-cowok rapuh zzz man up, guys. wakil ketua 2, mama H, paling muda tapi paling keras, my girl crush wkwk. sekretaris 1, M, yang cantik dan manis sikap maupun perbuatannya. sekretaris 2, N, yang selalu ketinggalan semua info wkwk. meskipun Sinaps-Boomfiesta mengalami pasang surut, tapi aku bersyukur, kerja dengan angkatanku bikin sadar bahwa orang-orang inilah yang akan menjadi sejawatku kelak. uh, Coccyx saranghaeyo!

Desember 2016, entah kenapa, semangat dan kebahagiaan satu tahun rasanya lenyap di bulan ini. idealisme runtuh tak berbekas. I was drained, mentally and physically. rasanya seperti dibayang-bayangi sesuatu, yang aku pun nggak ngerti apa. sedih berkepanjangan. tiba-tiba kangen banget sama keluarga, padahal papa jenguk selama 5 hari, dan minggu depannya aku maksa pulang ke rumah, tapi setiap kali masuk kamar kos, the black clouds started to cover my head again. belajar males, ngerjakan tugas organisasi apalagi, kerjaannya tiduran dan baca novel sama nonton drama. ugh, month of wasting time. one day I thought about talking to an expert, but then I felt better so I decided not to, maybe I was too tired or bored. dulu pernah baca bahwa rutinitas dapat membuat jenuh. bisa saja aku dalam fase jenuh ini. which felt like hell. kesiksa banget nggak punya semangat ngapa-ngapain. then the hatred, the grudge, slowly came back. mulai sering mikir negatif, hampir semua hal ditanggapi negatif meskipun nggak diutarakan. sering merasa sendiri, sampe pernah mikir mau minta dinikahkan aja biar ada yang nemenin iya se-miserable itu hm. tapi adanya teman dan keluarga membantu kok, berusaha mendekat kepadaNya juga harus dilakukan, meskipun berat banget rasanya karena saat-saat itu denial banget akan kuasaNya terus iman kayaknya udah terjun bebas. dan ternyata… sakit jiwa itu lebih sakit daripada sakit fisik. sakit jiwa itu nggak melulu gila lho ya, setiap orang punya fase sendiri dalam hidupnya dimana dia nggak stabil secara psikis. aku mulai sadar dan belajar mikir kembali buat menilai orang, seaneh atau freak apapun mereka. sama halnya dengan fisik, jiwa pun punya tingkat kerentanan berbeda. jadi mulai sekarang kalau ada orang cepet marah, orang caper, orang moody jangan keburu mikir macem-macem. bisa jadi kita lebih beruntung karena jiwa kita lebih adekuat daripada mereka. wah, ternyata bersyukur merupakan obat sakit jiwa juga ya. and always remember it is okay to talk to an expert when you feel something is not right with yourself, itu bukan aib. penyakit bukanlah hal untuk dihadapi sendirian. jangan takut untuk dihakimi, meskipun aku pun tipe orang yang jaga image banget tapi serius deh, bakal terasa lebih menyiksa kalau kita masukin apa-apa kata orang ke hati dan pikiran. talk to a person you trust, who knows you well, who thinks you are good even when they know you are flawed. talk to a doctor, they spent a decade in uni to help you. sakit itu pembersih dosa, guys. beruntung banget yang sabar waktu dikasih sakit, whether it is mentally or physically.

januari 2017, dibuka dengan perasaan malas yang masih tersisa, tapi sedihnya lumayan jauh berkurang, ditemani I yang bingung daftar phw sementara aku tidur wkwk bye early college student idealism. sampai post ini ditulis kadang masih suka moody parah sebentar-sebentar seneng sebentar-sebentar sedih, tapi harus berusaha bangkit karena papa selalu bilang, ada orang lain yang berusaha keras mencapai posisiku sementara aku dengan santainya membuang waktu, manusia macam apa yang nggak bersyukur padahal diberi banyak kemudahan mencapai yang diimpikan? dan hari ini, hari kelima Januari 2017, buka sister unej lihat tagihan UKT seketika kepikiran buat nulis. my miserable life lately is nothing compared to my father’s sacrifice. nggak ada apa-apanya, sama sekali. so cheers for the life ahead, nggak apa-apa jatuh asal bangkit lagi, bruise every part of your body but never forget to get up, untuk orang yang selalu menganggapmu bunga, dan orang yang akan menganggapmu bunga nanti. ea uhuk.

because it’s the first time you live here in the world, and it’s your last time too.