Kemungkinan besar

Seringkali aku menatap lama mereka yang masih enggan meninggalkan pakaian ketat, kemudian berpikir, bukankah sudah jelas perintahnya? Kemudian aku menyadari, Ya Rabbi, hatiku sedang sakit. Bagaimana mungkin aku menghakimi padahal itu bukan hakku.

Di banyak kesempatan aku gemas pada mereka yang masih berdua-duaan, lalu aku berpikir, belumkah mereka dengar larangannya? Kemudian aku menyadari, ya Allaah, hatiku sedang sakit. Bagaimana mungkin aku mempertanyakan kuasaMu tentang hidayah yang tentu saja hanya Engkau yang berhak memberi maupun mencabut.

Kemungkinan besar begitu, hatiku sedang sakit, aku memandang diriku indah dan orang lain biasa. Aku sedih mendengar kritik namun keras saat memberi kritik. Hatiku sakit, sehingga mataku tertutup akan kebaikan dan awas terhadap kesalahan. Bisa jadi, hatiku benar-benar sakit. Dibutakan dunia, mengaburkan tujuan utama yakni ridhoNya. Hatiku sangat sakit, hingga ucapan dan tindak tanduk manusia menjadi patokan, sementara perintah dan larangannya seringkali kuabaikan.

Semoga hatiku segera sembuh.

Bonfire

“it’s not the fire that burns,  it’s the roots you spread over.”

Pernah membuat api unggun? Tahu tidak bahwa kita hanya butuh api kecil dan lilin 3 cm (kalau perlu)? Yang membuatnya menyala ialah kayu. Kayu yang disusun dari diameter kecil hingga besar, semakin banyak dan semakin tinggi, maka semakin besar pula nyala api unggun. Tahu tidak bahwa berita tentang rasisme yang tersebar ini bukan karena satu hembusan kalimat tidak enak, tapi karena egoisme individu yang dengan mudah menyebarkan kesana kemari?

Ya, masalahnya bukan di api kecil, masalahnya adalah kayu yang terlalu banyak ditumpuk. Ternyata, api kecil yang terkena kayu berdiameter kecil hanya akan menyala sesaat, setelah itu ia mati. Kenapa isu rasisme ini beredar luas dan tidak kunjung redam? Karena tiap individu membawa gelondong kayu besar, bersungut-sungut meletakkannya di sekitar api, tapi kemudian bertanya-tanya kenapa suasananya sungguh panas? Dalam kepercayaan pribadi saya, persaudaraan itu terikat bukan hanya dengan darah, tapi dengan akidah. Dan saya sedih, sedih sekali ketika melihat banyak saudara yang dengan bangga memperolok saudaranya sendiri di facebook, di instagram, di line dan pelosok dunia maya manapun. Ekstremis, kuno, radikal, berapa banyak lagi sebutannya? Saya pun tidak membenarkan sikap mereka yang diperolok jika itu memang bertentangan dengan keyakinan, mencetus rumor, menimbulkan kerusuhan. Hanya saja, mereka api kecil, khilaf mereka tidak akan membakar apapun jika tidak ada yang dengan frontalnya membagikan kesalahan mereka dan memberi caption nyinyir. Dan kayu-kayu ini adalah saudara si api. Betapa miris, betapa memilukan. Mengapa tidak menjadi pasir saja dan hentikan api? Manusia benar-benar berada dalam kesesatan kecuali mereka yang saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, ini yang saya percaya, bukan yang saling menebar benci apalagi menghinakan saudara sendiri. Mengutuk api karena mencemarkan nama kepercayaan yang merupakan rahmat ini, padahal kayu-kayu tersebut ialah tim sukses yang menyebarkan. Sungguh mulia hati mereka yang bening, berbisik menyampaikan kebaikan, menjadi embun yang menetes dari daun, bukan malah menjadi kayu dan membuat suasana semakin panas.

Yang sudah lelah dengan pertengkaran antar saudara,

Saya.

About the World

Dear Ailah, 

Assalamualaikum, pumpkin. Hope your day is brighter than your yellow skin.

If one day you ask me, why the world gotta be so tiring, I will answer the same no matter how old I am; what do you expect, sugar cube? Here let me tell you a story about a life I’m living under my 20.

Chasing dreams is collecting rocks, not golds. You wouldn’t amazed by it, yeah maybe a little, but you will suffer more. If we share the same dreams (I do not insist) you will know how frustating it is to not be able reading the electrocardiogram or lacking of skill to use minor sets. You will find it hard to remember all the chemistry, or mostly, everything ended with -gy. But a famous writer in my era said “pain are demand to be felt” and for His sake, honey, it is addictive. Just remember where do you want to go after you collect every rock, and build your own dynasty. If you find a love in the middle of your journey, put aside, a love He sent to you will come closer, if not, it might be only a trial. Just never keep the butterflies, when they die you’ll feel very upset. Let them fly, your heart will be so much lighter. You need to be beautiful, honey. You need to behave, and to be funny, and to be smart, and to be kind, as much as you try. For yourself. No need to impress other’s eyes. Perspectives are things you won’t understand, so just go on, show your silliness only to several people you know deep, it’s okay. But never look down on others, that’s the braveness. Your duty is to do everything as He wants you to, not what the world wants you to. Believe me, I was once a person who supported humanity with all my heart, the diversity must walk along. But I’m sure you’ll learn basic chemistry one day, honey, that some elements just don’t blend. Some of them, when they are combined, will explode, that’s the most extreme. Doesn’t mean I am anti-humanity now, dear. I don’t even know what will I think 2 months from now. But this verse keeps my mind straight “is the reward of good (anything) but good?” I’m a supporter of any kind of His order. That way, not everyone will like you, but, not everyone will like you too if you choose other way so why not?

Ailah, believe me or not, whilst writing this a notification popped up and it said “ayah of the day: while the Hereafter is better and more enduring.” There you go, Ailah. He answered you and my all time question.

“Mbak, bulan terbelah di langit Amerika!”

Suatu hari adek mendadak teriak-teriak saat melintasi ruang tv dan melihat tulisan di layar kaca. Ya, dia syok dan mengira bulan benar-benar terbelah di langit Amerika. Mbak Ke hanya terperangah sebentar, kemudian menyadari kepolosan adek, dan menjelaskan itu hanyalah judul film.

Kasus adek ini sama dengan kasus kebanyakan orang yang baru lihat berita kemudian langsung menyebarkannya. Padahal, adek dan orang-orang ini gagal paham sama maksud sebenarnya, dan menyampaikan apa yang mereka pahami -tanpa mencari tahu lebih lanjut-. Ya adek nggak sepenuhnya salah, kalimat berita semengejutkan bulan terbelah akan membuatnya menyampaikan dengan cepat tanpa pikir panjang, lain halnya kalau yang dia baca X-Men: Appocalypse release Desember 2016. Jelas, lugas, tidak ambigu. Berita-berita yang beredar juga begitu, mengandalkan kelihaian menyusun kalimat sehingga sekali baca pun orang langsung punya pandangan di otaknya, dan interpretasi salah itu buru-buru disampaikan kepada khalayak ramai. Berita hot, ya harus di update. Namanya juga berita, kalimat judulnya harus yang mengundang rasa penasaran dong. Namun, beberapa penulis agaknya suka mengambil sudut pandang “lain” dari beritanya sehingga interpretasi orang saat membaca berita sama dengan ketika ia baru lihat judulnya. Sehingga seolah-olah interpretasi si pembaca itu benar, padahal nggak juga. Penulis bisa saja nggak bohong, nggak, tapi dia hanya menggiring opini, bisa dengan membuat tulisannya bermakna ganda atau yang lainnya. Nah, ini yang perlu diwaspadai. Berita di media sosial jaman sekarang bikin khilaf, salah interpretasi dikit suudzonnya udah nyampe benua lain. Repot deh pokoknya kalau nggak benar-benar di filter. Maka dari itu, untuk berita-berita negatif, apalagi yang diberi bumbu-bumbu screencapture-an provokatif, mending scroll aja lah. Atau kalau nggak, baca aja, tapi dengan memegang teguh asas praduga tidak bersalah. -Ah masa sih bener gini? Coba lihat sumber lain yang lebih kredibel- setiap kali ada berita negatif coba buat mempertanyakan kebenarannya. Lebih mudah lagi kalau berita positif, kan bikin senang tuh, asasnya praduga benar(?) kalau nggak benar ya semoga benar ajalah hehe. Karena setiap berita yang di share itu membawa hak orang lain: hak hidup tenang tanpa hujatan, hak untuk tidak dicoreng namanya dengan fakta yang diputarbalik. Lain lagi kalau tulisan tentang ide atau gagasan, ya nggak masalah sih mau share ya sok atuh karena itu pure opini, tapi dipikirin juga apakah ada nama orang lain dilecehkan disana atau nggak, apakah kritiknya bersifat membangun dengan bahasa santun atau marah-marah doang.

Kalau sudah masuk ranah opini, dulu saya pernah disuruh Papa ngajarin adek matematika. Waktu SD memang matematikanya tidak sebaik sekarang cara berpikirnya, jadilah saya ajari dan tes dia. Waktu dia nggak ngerti, saya sebel soalnya saya merasa di jenjang kelas yang sama dulu saya sudah bisa, kenapa dia nggak bisa, jadi saya marahin dengan merendahkan gitu, intinya membandingkan saya dan dia. Itu hal yang saya sesali karena salah, pasti adek inget banget haha. Jaman sekarang ketika memberi opini juga sering terjadi acara rendah-merendahkan ini. Menganggap diri sendiri lebih oke daripada yang di kritik, hanya karena kebetulan lebih tau yang bener duluan daripada mereka yang dikritik. Contoh nih, si A ngomong sesuatu, kemudian kita merasa “heh nggak logis banget, kuno, pemikiran jaman kapan sih” kemudian kita menulis opini dengan mengerahkan kekuatan segenap jiwa dan raga…. Untuk menunjukkan dirinya salah. Yha. Padahal tujuannya kritik kan supaya dia bisa mengambil hikmah dari kesalahannya dan memperbaiki kemudian hari. Begitulah, jadi daripada salah kaprah, mending opini baru dilempar ke publik setelah kita yakin ada manfaat dari opini tersebut dan tidak mencoreng nama orang lain. Berita juga gitu, share laaah yang positif, kayak penemuan termutakhir misal, atau kalau share yang negatif, yang benar-benar fakta jangan yang ala-ala.

Hehe, tulisan ini juga opini saya. Semoga bermanfaat ajah(:

Say “He is the One”

Bunga butuh tanah yang gembur, zat hara yang melimpah, dan curah hujan cukup agar bisa mekar sempurna. Maka begitu pula cinta manusia, ia butuh hati yang kuat, mental yang siap, dan perasaan yang stabil agar dapat tumbuh merekah.

Namun mencintaiMu bagai menyemai bibit bunga di lahan baru, jika kering Kau tambahkan hujan, jika subur Kau mudahkan penyerapan. Kau menjadi pendorong, penguat dan pelengkap bagi cinta kami agar selalu bersemi.