Mental Status

Laa taghdab. Jangan marah.

Dari beberapa minggu belakang saya sering banget ingin nangis karena semua orang rasanya bersikap tidak sesuai dengan keinginan saya. Yang acuh lah, yang seenaknya menimpakan kewajiban miliknya, yang ngomong nggak sesuai fakta, yang gangguin padahal saya nggak lagi punya masalah sama dia. Semua orang bersalah dan saya adalah pihak yang terdzalimi, itu pikiran saya.

Tapi saya sekarang sedih, bagaimana kalau marah saya jauh lebih menyakiti hati mereka daripada yang mereka lakukan pada saya. Bagaimana jika diam bergeming membuat mereka segan untuk meminta bantuan, padahal disanalah ladang pahala. Bagaimana kalau mereka enggan bercanda dengan saya karena saya kurang selektif memasukkan candaan ke dalam hati.

Saya capek marah-marah, dan ini bikin ingat lagi kalau saya terlalu berharap pada manusia, saya ingin mereka sesuai dengan keinginan saya. Padahal yang harus saya lakukan cukup berbuat sebaik mungkin, apa yang mereka lakukan pada saya sudah diluar kuasa saya.

Dia nggak suka orang marah, dan saya sedang menjelma menjadi sosok yang Dia tidak suka.

):

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s