Baik

Asumsikan orang baik tujuannya satu, ngumpulin pahala. Kalau kamu yang baper, itu salahmu. Kalau kamu salah persepsi, itu salahmu. Nggak ada yang nyuruh, orang baik cuma melakukan hal baik karena emang harus, nggak lebih. Kalau ada yang tanya udah makan, udah minum obat, asumsikan niatnya seratus persen berbuat baik, bukan yang lain. Kalau kamu pikir perhatian, itu salahmu. Udah jadi insting manusia untuk menjaga sesamanya, nggak lebih. Terlalu sering pakai perasaan bikin nggak sehat, apa-apa dibikin manis semua-semua dibayangin kayak adegan film. Kalau gitu terus, kapan realistisnya?

Dan lagi, orang baik akan menggunakan cara terbaik untuk mengekspresikan kebaikannya. Bedakan aja baik “universal” sama baik “taat aturan”. Udah, santai aja.
Lagi dikelilingi kebaperan dimana-dimana, duh lelah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s