antara doa, sebab, dan akibat

pada umumnya, yang menjadi persoalan ialah diminta atau tidak, jika apa yang menjadi permintaan telah ditakdirkan maka itu pasti terjadi. sebaliknya, jika hal itu tidak ditakdirkan untuk terjadi maka diminta atau tidak, hal itu tetap tidak terjadi.

tidak sedikit orang yang mengira hal ini adalah benar hingga mereka tidak mau berdoa dan menyatakan, “doa itu tidak ada gunanya.” mereka termasuk golongan orang-orang dungu dan sesat, sebab sikap dan pandangan mereka yang kontradiktif. pandangan yang demikian akan memunculkan sikap menafikan segala sebab. buktinya,coba dikatakan, “makan atau tidak makan, jika telah ditakdirkan kenyang dan segar, tentu itu akan terjadi, dan andaikan itu tidak ditakdirkan maka tidak akan terjadi.”

secara keseluruhan, Al-Qur’an dari awal hingga akhir menjelaskan hukum hubungan balasan atas kebaikan dan keburukan, dan juga hukum alam serta sebab-sebabnya. bahkan, keterkaitan hukum dunia dengan akhirat dan kebaikan serta kehancuran dijelaskan juga di dalamnya bahwa semua itu berhubungan dengan sebab dan perbuatan.

barang siapa bersungguh-sungguh memahami permasalahan ini dan mau menghayatinya dengan sepenuh hati, ia akan mendapat manfaat yang tiada terkira. ia tidak akan berpasrah pada takdir secara bodoh, lemah, sembrono, dan sia-sia. jika sampai demikian, kepasrahannya menjadi kelemahannya dan kelemahannya menjadi kepasrahannya.

orang yang benar-benar paham ialah yang menolak takdir dengan takdir, mencegah takdir dengan takdir, serta melawan takdir dengan takdir. tanpa itu, manusia tidak mungkin dapat bertahan hidup karena sesungguhnya rasa lapar, haus, dingin, serta berbagai macam ketakutan dan kekhawatiran merupakan bagian dari takdir.

seluruh makhluk berusaha menolak takdir dengan takdir. begitu juga orang yang mendapat taufiq dan petunjuk dari Allaah SWT. mereka menolak takdir siksaan akhirat dengan takdir bertaubat, beriman, dan beramal salilh. inilah hukum yang berlaku di dunia dan begitu juga sebaliknya.

Tuhan Penguasa dunia dan akhirat adalah tunggal. kebijaksanaanNya juga tunggal, tiada kontradiksi ataupun pertentangan antara yang satu dengan yang lain. hal ini sangat penting bagi orang yang mengerti dan memperhatikan takdirnya dengan benar.

 


 

al-jawabul kafi, solusi syar’i dan Qur’ani atas segala masalah hati

oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s