a memoir.

2016-05-22 04.42.45 1.jpg

sebuah perjalanan; memaknai kesendirian dengan menyelami pikiran. tubuh ini ingin menyatu bersama kereta. bawa saja, menelusuri tiap kota yang di dalamnya terdapat pelajaran. seperti Yogyakarta yang meneladankan keanggunan, kelemah lembutan, keikhlasan. ada luka disana, tersirat, namun sudut jalannya seakan berbisik tak apa, biarlah duka menghantui sudut pikirmu saja. seperti Yogyakarta yang membimbing untuk menghargai proses berbesar hati. menelurkan perasaan bahwasanya yang berbudi itu memaafkan.

menangkup risalah; sebuah perjalanan. sepanjang juluran rel, satukan tubuh ini dengan kereta. banyak kota belum tergapai, pun ilmu yang belum dirangkai.

dan untukmu, Yogyakarta,

ijinkan sekali lagi, mencintaimu dan kembali.*

Aku melihat air menjadi kotor karena diam tertahan. Jika mengalir, ia kan jernih.

***

5/27/2016 07.55 a.m

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s