Generasi Rabbani dan Qurani

Minggu yang menyenangkan! seperti siraman air ledeng ditengah teriknya padang pasir, imedfest hadir perdana mengusung tema yang saya jadikan judul untuk post kali ini. iya, saya bukan pengurus imsac, saya dulu berpikir lama sekali untuk memutuskan ikut atau tidak. maklum, dua ukm besar yang terkenal sibuk sudah menarik hati saya, dan saya harus memilih. tapi ternyata, keputusan untuk tidak mendaftar rupanya tidak buruk-buruk juga. meskipun tidak aktif di kepengurusan, saya tetap bisa ikut medis club, sejenis kelompok mentoring yang di handle oleh kakak-kakak imsac, meskipun jarang banget kumpul karena kesibukan masing-masing huhu. ada juga kajian kemuslimahan, ini saya belum pernah sekalipun datang padahal dibuka untuk umum, ada saja yang bikin tidak bisa datang. sedih rasanya. minggu berikutnya harus berupaya datang! dan di acara imedfest ini, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan, apalagi temanya bagus dan cocok banget buat generasi saat ini.

pembicara pertama, dr. Dyah Sania, berulang kali membuat saya menitikkan air mata (secara diam-diam tentunya) karena saya merasa tersentuh sekali dengan kalimat-kalimat beliau. bayangkan, pembukaannya saja beliau menyampaikan sedikit cerita tentang 10 sahabat Rasulullaah yang dijamin masuk surga. siapa yang nggak mupeng coba. tapi keburu sadar, manusia akhir jaman kok ngarepnya kebangetan. beliau menjelaskan tentang betapa krusialnya membentuk karakter sejak dini, karena sepuluh hingga lima belas tahun lagi, generasi saat ini yang akan memimpin peradaban. kalimat paling nyes yang beliau katakan yakni “jangan jadi penikmat dakwah, jadilah agen dakwah.” pasti pernah kepikiran, ilmu kita sedikit, takutnya dibilang sok alim, kita sendiri masih jauh banget dari baik. tapi yang namanya kebaikan itu sama kayak virus, dia harus disebar dan bereplikasi di dalam tubuh sel inangnya baru bereaksi. ya kalau di diemin nggak berefek apa-apa. saya sendiri sering nyinyir “apaan sih kayak yang sudah paling bener aja.” astaghfirullaah. mengutip kata-kata mbak cop, ini namanya kegoblogan. seburuk apapun sikap seseorang, jika dia mengatakan kebenaran, tidak akan mengubah fakta bahwa yang dikatakannya adalah benar. mau dia nggak mengamalkan, kalau yang disampaikannya benar ya sudah benar, ilmu untuk kita, mikirin banget hidup orang lain. huhu. dr. Dyah Sania juga bilang kalau muslimah harus bisa APAPUN. kenapa? karena setiap muslimah adalah calon ibu, sekolah pertama bagi buah hati mereka, yang nantinya akan menjadi generasi penerusnya. jangan dikira jadi ibu rumah tangga itu mudah, sama sekali tidak. masak ada ilmunya, bersih-bersih rumah ada ilmunya, mengelola keuangan keluarga ada ilmunya, mengurus anak dan suami ada ilmunya. kalau muslimahnya lempeng ya mana bisa beres semuanya. benar-benar note to myself nih, last-minute-person banget tipenya. laki-laki pun begitu, jangan maunya saja istri cantik lagi sholehah, dirinya sendiri harus mampu atau minimal memiliki kemauan untuk menuntun keluarganya ke surga. sinergisme yang manis. sepanjang tema yang nyerempet-nyerempet ke arah beginian cuma bisa ngomong dalam hati “masih jauh banget ya ilmu saya huhu.” eh nyadar-nyadar ternyata umurnya juga masih muda belia kok. ea. wkwk. sampai di topik orangtua, saya bener-bener merasa ditampar ketika dr. Dyah Sania bilang “ingat ya, yang mengalir itu doa anak sholeh/sholehah, bukan doa anak saja.” jleb. speechless. kontribusi saya untuk orangtua berarti selama ini masih nol besar. dr. Dyah Sania juga menyuruh generasi muda untuk bangga dengan Islam, karena ketika kita mulai malu, disitulah musuh-musuh Islam akan menyerang dengan lihai. naudzubillaah. selama ini kemaksiatan merajalela karena mayoritas orang baik hanya diam. atau kalau nggak ya komentar-komentar negatif tapi tidak solutif. jadi berpikir, berarti harus ubah mindset, action does speak louder. komentar saya mungkin terdengar idealis, tapi tanpa tindakan, saya tidak akan mengubah apa-apa. “benar saja tidak cukup, harus jalan lebih keras dan lebih cepat.” siap, dokter! insyaaAllaah(:

pembicara kedua, Mas Hamas Syahid, bintang film yang juga kakak dari Mbak Hana, salah satu anggota yang membimbing saya di magang BEM Departemen Kastrat wkwk (waktu magang mbak masnya ngomongin dimana Mas Hamas bermalam di Jember coba-_-). awal-awal sih banyak promosi filmnya, tapi kemudian jadi seru ketika Mas Hamas memberi kiat-kiat menghapal Al-Qur’an dan menjaganya. jadi malu sendiri 18tahun hidup yang dihapal cuma surat-surat pendek saja huhu. Mas Hamas cerita kalau beliau selalu menjaga diri agar tidak bersentuhan dengan lawan jenis, karena beliau mengakui godaan terberat memang wanita. harus ekstra hati-hati nih buat para wanita, gampang banget bikin laki-laki jatuh hati, eh getahnya ikutan dapat dosa. sebenarnya hapalan itu akan terasa lebih mudah ketika kita niat Lillaahi ta’alaa dan jauh dari maksiat, maka dari itu disuruh perbanyak sholat malam dan memohon agar Allaah mengampuni dosa-dosa, someone said to me. teori oh teori, betapa mudahnya engkau diucapkan namun betapa lalainya diri ini dalam menerapkan. fiuh. tidak banyak yang saya catat dari sesi kedua ini, tapi intinya saya menangkap satu hal super penting, saran dari Mas Hamas, jadilah generasi pecinta Al-Quran yang kemana-mana membaca Al-Quran; mendengarkannya, menghapalkannya. semoga kami semua diberi niat kuat dan hati yang istiqamah dalam membaca, memaknai, menghapal dan mengamalkan Al-Quran ya, Mas(:

talkshownya sudah selesai, tapi acaranya belum selesai. acara apa? foto-foto. haha. ramai dan mengular, sampai rela berdesak-desakkan demi foto bareng Mas Hamas. saya cuma mojok sambil beli minuman, sesuai kata mas Hamas juga, jangan bersentuhan kalau bisa menimbulkan desiran. kalau foto bareng saja berpotensi berdesir-desir berarti mending minum es coklat aja ya, Mas-_- wkwk. karena katanya dari mata diteruskan ke bagian wernicke di os parietal turun ke hati, tandanya harus ekstra menjaga diri. sepakat?

ya, overall saya sangat mengapresiasi acara imedfest ini, bermanfaat sekali, semoga tahun-tahun berikutnya semakin mantab materi yang disuguhkan dan bisa membawa perubahan bagi kita-kita generasi muda ke jalan yang dicintai Allaah. aamiin!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s