menangislah ketika pundakmu terlalu lelah. jangan ragu, biarkan saja airmatamu mengalir beranak sungai. menangislah meski bebanmu tidak akan berkurang, tapi cukup untuk menghibur hatimu yang malang.

***

hari ini seseorang bertambah usia, dan ditengah usahanya yang panjang dan doa yang tak henti-hentinya dipanjatkan, ia menangis. saya tidak pernah melihat kaum yang disebut tulang punggung karena kekuatannya, menangis. setulus ini. bahkan dari sorot matanya kami tahu, ada lelah yang ia bawa dipelupuknya. ada energi yang nyaris habis tak tersisa, mungkin yang membuatnya tetap bertahan hanyalah rasa rindu rumah yang tertahan. keinginan untuk kembali dengan membawa serta harapan, cita-cita yang harus menjadi nyata; sebuah kewajiban.

setiap raga bertambah tua, setiap usia menuju senja, lantas mengapa bertanya ketika beban hidup mengular tangga? kalau hidup begitu-begitu saja, apa esensinya?

kalimat-kalimat naif yang memuakkan, banyak manusia-manusia sok tegar diluar sana yang berpegang pada kalimat ini. iya, manusia sok tegar yang percaya bahwa hidup memang semestinya begini. manusia sok tegar yang percaya tidak ada hal yang tercapai tanpa ikhtiar, tanpa doa-doa yang menguntai indah menuju arsy.

ia hanya berusaha menjadi manusia sok tegar. airmatanya nanti yang kelak bersaksi tentang betapa melelahkannya berjuang sendiri, jauh dari orang-orang yang dikasihi. kami mengerti, karena kami pun sama, kami juga merasa. hanya saja mungkin sebagian dari kami malu untuk menitikkan airmata, hanya bisa menyimpan dan membiarkan penat menyusup melalui kapiler-kapiler vena, siapa tahu dapat di hancurkan entah oleh bagian tubuh yang mana.

lelahnya, lelah mereka, lelah saya; lelah kami. saya tidak ingin kami saling bersandar, karena itu hanya memperparah. saya ingin ditengah keadaan tubuh yang hampir roboh, kami saling menautkan doa. saya ingin Ia yang menguatkan. karena ditanganNya, segala kekuatan yang kami butuhkan akan datang.

bersabarlah, waktu kita disini tidak akan lama. perjuangan kita tidak akan percuma. fokuskan saja agar lelah kita menjadi ladang pahala.

 

 

untuk kelompok tutorial H; teman segalanya.

dan untukmu, siapapun kamu, yang tengah mengupayakan sesuatu.

Advertisements

2 thoughts on “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s