betapa hidup di dunia menjadi tanpa makna ketika misal Dia memanggil kala saya berpikir tentang manusia, berangan-angan siapa gerangan yang ditakdirkan untuk saya. betapa umur saat ini sia-sia ketika misal malaikat mencabut nyawa dalam keadaan saya sedang menikmati kesenangan-kesenangan dunia, menghitung-hitung harta dan sibuk memperbaiki rupa.
apakabar iman? apakabar hati yang (seharusnya) selalu terpaut padaNya? apakabar perbaikan yang tertunda-tunda pengaplikasiannya? apakabar dirimu, duhai pendosa? lihat kanan kiri, malaikat sibuk mencatat amalanmu. malaikat lain memegang jam kehidupanmu. tidakkah kamu sadar? atau kamu sadar tapi tetap lalai?

jujur, saya takut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s