mulianya Engkau, ketika menyayangi kami Engkau cukupkan semua kebutuhan kami

tapi kami? sekedar bersimpuh menyebut namamu saja masih terasa berat di hati

kurang apa di hidup kami ini? waktu yang Engkau beri berlebih-lebih itu masih tidak dapat kami manfaat seutuhnya

mengagungkanMu? iya, tapi sering juga tidaknya

mensyukuri nikmatMu? tentu, tapi kala bahagia saja

sudah begitu masih bebal pula watak kami

kami jatuh hati pada yang selain Engkau; pada harta, pada tahta, pada manusia yang tidak dapat menjaminkan kami syurga

semakin jauh kami melangkah dariMu

tapi semakin erat pula dekapanMu

ketika tiba-tiba sebuah kenyataan memantik kesadaran kami

kami paham betapa kami mengaku mencintaiMu tapi yang kami lakukan terkadang masih menyimpang dari perintahMu

mulianya Engkau, masih pula nikmat tiada henti tercurah pada kami

kami

manusia-manusia bumi yang berusaha keras meniti jalanMu

yang susah, yang membuat kami berpeluh-peluh

tapi kami akan berusaha, semampu kami, hingga ajal kami

karena

mulianya Engkau

dan tiada lain selain Engkau

***

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s