11.58

membaca buku itu bagus, banyak pengetahuan di dalamnya (tergantung yang dibaca juga sebenernya). tapi, ada satu ilmu yang nggak buku ajarkan. ilmu yang dari lahir sampai mati harus terus di update, susah banget belajarnya, udah gitu selesai belajar nggak dapet gelar pula (gelarnya di akhirat sana).

ilmu apa, hayo?

yap. ilmu ikhlas.

seberapa susah? bayangin aja, untuk belajar ilmu itu, kita harus menghadapi ujian yang sulitnya ngalahin ukdi. sekolah dokter paling lama? ketawain aja, ilmu ikhlas butuh seumur hidup. dengan ujian nggak disangka-sangka, nggak terjadwal tiba-tiba udah di tes aja. tapi, semua orang yang berhasil mendapat ilmu itu, terus menerus memperbarui dan mengaplikasikan di hidupnya, orang tersebut akan mendapatkan hal yang sangat sangat istimewa dalam hidupnya.

gimana istimewanya?

saya juga belum dapat ilmunya. hehe. yang jelas, hati mereka bakal seringan kapas. mereka nggak menyimpan apapun kecuali yang baik. mereka nggak memikirkan apapun kecuali yang bermanfaat. hidupnya adalah apa yang Tuhannya larang dan perintahkan. selebihnya yaudah, biar Tuhannya pula yang menentukan atau membalas. nggak susah, nggak bingung. bahagia sejahtera sentosa.

kebayang ya indahnya. betapa tentramnya hati orang yang menguasai ilmu ikhlas. pengen nggak? saya juga, nih. huhu.

semangats.

pergi

semoga panggilan ini menjadi jawaban dari doa-doa yang kamu panjatkan selama ini. semoga disana, langkahmu tetap kokoh dibawah bimbinganNya.

pergi saja, karena dengan itu ilmumu tidak akan mati. dan kamu bisa lebih leluasa menggapai rahmatNya. selalu tanamkan apa yang telah diajarkan, bahwa segala sesuatu di dunia ini tidak akan dibawa mati, maka jangan sampai termakan rayuan semu ibukota. carilah amalan yang membantumu masuk dalam surga. juga memasukkan papa dan mama.

sayang itu tidak berupa. dan yang paling menyayangi, adalah yang paling tekun berdoa. tenang, kami tidak akan lupa. pergi saja, kami disini menanti kembalimu dengan ribuan cerita. selamat jalan, semoga dimudahkan.

***

1 januari 2016.

melepas seorang dewasa ke alam sebenarnya.

 

Cover Up

KalamNya tidak akan pernah berdusta.

pernah dengar perintah menutup aurat, menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan?

tahun segini, bumi sudah semakin tua kiranya. banyak yang melalaikan. saya pun, saya pun. padahal saya mendengar, padahal saya membaca. duhai, apakah kamu merasa juga?

***

sudah jadi sifat dasar manusia, bahagia bila eksistensinya terjaga. benar, kan? manusia selalu ingin dikenal dan diperhatikan. tidak perlu mengelak lagi, bahkan hati nurani saya juga mengakui. tidak luput perasaan ingin menunjukkan, ‘ini lho saya’ kepada sekeliling. semua hal yang saya punya, yang menonjol dan kebetulan diberikan cuma-cuma oleh Yang Maha Kuasa, ingin rasanya menyurukkan ke wajah orang-orang sekitar sambil berujar ‘hei lihat’. lagi-lagi berbangga diri begitu mudahnya menipu hati. iya, syaitan tidak akan kurang akal untuk menggoda manusia.

tapi godaan itu jalannya dua arah, yang berbangga diri dan yang diberi pertunjukkan. ketika satunya sibuk mengumbar yang seharusnya dijaga, yang satunya lagi sibuk memandang dan berkomentar. sudah seperti sintesis protein saja, dosanya berantai dan terus menerus diproduksi.

itulah sebab kenapa muslimah ada izzah. sebegitu mulianya, sebegitu berharganya, lebih mahal dari timbunan emas dan permata. namun kadang tidak tahu kalau seberharga itu, sehingga lalai dan terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan. yang saya tahu, sakitnya terjerembab dalam lubang itu membuat hati teriris. malu. sudah dilabeli ‘barang berharga, jangan dijatuhkan’ tapi malah melompat sendiri.

menjaga diri itu susah. iya benar susah, tapi hadiahnya syurga, bonus orangtua di dalamnya. sebanding, kan? menjaga diri sekarang tidak hanya di dunia nyata, ya. di dunia maya juga. tutupi yang harus ditutupi, jangan berlebihan dalam hal yang harus disederhanakan, kuatkan tekad, tebalkan iman. jangan meninggalkan celah walau hanya sekedar foto yang tapi dapat di zoom 10kali. setidaknya ketika diri sudah terjaga, sedikit banyak juga membantu orang lain menjaga pandangannya.

bagimana? terasa lebih tenang, kan?

semoga kita mampu, ya. saya dan saudari semua.

tidak peduli seberapa sering berbuat salah
selalu saja Ia memberi pertanda
terkadang halus, sehalus pesan ringan yang tiba-tiba muncul di sosial media
terkadang menusuk, seperti saat khusyuk membaca ayatNya
apapun itu jangan diabaikan
selama masih ada teguran
berarti Ia masih sayang
terimakasih♥

sudah direncanakan, tapi semua buyar oleh satu pesan. saya lupa kalau saya manusia, bisanya bikin planning saja. lupa kalau Allaah Maha Segalanya, apalagi cuma menentukan sesuatu(‘:
yaAllaah, ini waktu saya tidak tahu, berapa lama dan sampai kapan, saya bukan sibuk, saya tidak mau sibuk, apalagi sibuk yang bikin lalai. Engkau yang memiliki jam kehidupan saya, mau dipadatkan atau dilonggarkan terserah saja, yang penting jangan bikin saya lupa akan kewajiban(‘:
yaAllaah, tapi Engkau juga Maha Pemurah, maka lapangkanlah hati untuk menata, mendahulukan Engkau dari apa saja, bantu saya agar tidak ada yang terbengkalai, agar dunia tetap dalam genggaman, dan akhirat dalam hati selalu aman(‘:
lagi-lagi saya belajar, waktu itu krusial. jika yang saya lakukan mendekatkan pada Engkau, maka saya yakin akan Engkau lancarkan. bukankah sudah terbukti selama ini, Engkau selalu menjauhkan saya dari segala sesuatu yang tidak membaikkan?(‘:
deadline deadline deadline.
semoga selalu ingat ‘deadline’ yang utama.
semoga sampai akhir waktu itu, saya bisa menghadap dalam keadaan sebaik-baiknya.

bawa perasaan tengah malam. (jangan lupa) besoknya bawa perubahan.

give love

sometimes it hurts, to be compared, to be mocked, to be left behind.
sometimes it makes us uncomfortable, when people see us as something tiny and fragile, and think we are nothing.
when we hear their words, listen to their voices, it bleeds our hearts. how can a person be so mean? how come such words fall out of those lips?
but we know, the kindest wouldn’t do something in return. Allaah clearly says, all we need is sabr and salah. and He is the most merciful, He forgives, why don’t we?
we may never forget, but we learnt, the way they treat us shouldn’t be the way we treat others. we know it isn’t a good deed.
dear, everytime we remember how bad someone has treated us, please also remember prayers do change them. don’t be selfish. pray, for it may bring peace in our heart too.
don’t hold a grudge. forgive, and then pray.

when I suddenly remember… #selfreminder