Peramu

kalau ada yang mengira menulis berarti mengetahui semuanya, saya kurang setuju dengannya. menurut saya, menulis sama halnya dengan bercermin. apa yang dituliskan hakikatnya merupakan refleksi dari dirinya. menulis, merupakan jalan bagi mereka-mereka yang ingin membumikan kebaikan; bagi dirinya, bagi orang yang membacanya. mungkin sebagian dari mereka yang menulis tidak benar-benar melakukan apa yang ditulisnya, tidak menampakkan kebijaksanaan kata-katanya, tapi menulis adalah upaya untuk jujur. dan tahukah, betapa susahnya mengungkap suatu kejujuran dari hati? sebelum berkata ‘ah, cuma omong kosong.’, lihatlah seberapa gigih perjuangannya melawan hal yang bertentangan dengan tulisannya.

maka tulislah, sebarkanlah, barang satu saja kebaikan. kita tidak tahu hati mana yang akan terketuk. boleh jadi, itu hati kita sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s