aku melihatnya lagi, sosok gadis berjilbab panjang dengan tahi lalat diatas kiri bibir. wajah sendunya berkerut-kerut halus, dengan lembut ia kibaskan gamisnya yang setengah basah oleh air hujan di depan teras masjid. ia menoleh, beringsut agak jauh ke pojokan hingga merasa benar-benar tidak ada mata yang dapat menangkapnya dalam pandangan, kemudian ia lepas kaus kakinya perlahan dan menggantinya dengan yang baru.
gadis berjilbab panjang kala hujan dengan kaus kaki cadangan.
aku berdiri, kuraih tasku dan berlari keluar masjid. kuacuhkan hujan hari itu. ada yang lebih deras yang mengalir di hatiku.
tiba-tiba aku merasa malu pada Tuhanku.

***
mereka-mereka yang senantiasa menjaga aurat dari ujung kaki hingga kepala, mereka-mereka yang menundukkan pandangan dari hal yang tidak semestinya. mereka-mereka; bidadari surga, sebaik-baik perhiasan dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s