Apanya yang Baru?

tahun masehinya.
nama? masih tetap. pekerjaan? masih juga. dari diri sendiri, ada yang baru kah?
bismillaah, semoga muhasabah bukan hanya pada saat-saat tertentu, melainkan setiap waktu, mengingat manusia itu markas -bukan cuma gudang- segala salah dan khilaf. diperbaiki terus menerus sedikit demi sedikit lama-lama jadi kebiasaan. dan ingat, dosa itu bisa muncul karena perasaan negatif lho. dibenahi juga pikiran dan lisan, nanti tindakan bakal kebawa kok. perbanyak bekal di dunia, itu penting, tapi yang utama tetap bekal di akhirat. semangat muhasabah manusia-manusia yang insyaAllaah dicintai Allaah♡

tidak ada istilah menggurui dalam setiap tulisan. yang ada hanya berbagi.

Peramu

kalau ada yang mengira menulis berarti mengetahui semuanya, saya kurang setuju dengannya. menurut saya, menulis sama halnya dengan bercermin. apa yang dituliskan hakikatnya merupakan refleksi dari dirinya. menulis, merupakan jalan bagi mereka-mereka yang ingin membumikan kebaikan; bagi dirinya, bagi orang yang membacanya. mungkin sebagian dari mereka yang menulis tidak benar-benar melakukan apa yang ditulisnya, tidak menampakkan kebijaksanaan kata-katanya, tapi menulis adalah upaya untuk jujur. dan tahukah, betapa susahnya mengungkap suatu kejujuran dari hati? sebelum berkata ‘ah, cuma omong kosong.’, lihatlah seberapa gigih perjuangannya melawan hal yang bertentangan dengan tulisannya.

maka tulislah, sebarkanlah, barang satu saja kebaikan. kita tidak tahu hati mana yang akan terketuk. boleh jadi, itu hati kita sendiri.

better way

‘selesaikan dulu yang kanan, baru yang kiri’
‘semua dimulai dari awal banget. nggak apa-apa, dipelajari pelan-pelan’
‘berarti kamu harus mulai dengan kakimu sendiri. semangat’

percaya kan, kalau manusia itu bisa berubah? hidayah tidak ditunggu, melainkan dijemput. kalau dulu biasa melenggang dengan pakaian ketat, sekarang bahkan berani turun ke jalan mengenalkan kekhalifahan, pakaiannya pun cukup panjang menutup aurat untuk sholat. kalau dulu biasa keluyuran, sekarang bahkan dalam tahap menjadi hafidzah, khatam banyak kitab dan tekun membaca serta menelaah tafsir. percaya kan, kalau Allaah sangat mudah membolak balikkan hati hambaNya? kisah nyata, dua orang sahabat saya sendiri. mereka berani merombak hidup 180 derajat. mereka berniat lillaahi ta’alaa meniti hanya jalan Allaah, apapun resikonya. kalau mereka mau dan mampu, mengapa saya tidak? mengapa kalian tidak? mereka pernah berada di titik yang menurut mereka terendah, tapi mereka bangkit. saya, kalian, tunggu apalagi? semua berproses, dan lihat mereka sekarang. saya, kalian, ayo segerakan, sebelum kematian(‘:

aku melihatnya lagi, sosok gadis berjilbab panjang dengan tahi lalat diatas kiri bibir. wajah sendunya berkerut-kerut halus, dengan lembut ia kibaskan gamisnya yang setengah basah oleh air hujan di depan teras masjid. ia menoleh, beringsut agak jauh ke pojokan hingga merasa benar-benar tidak ada mata yang dapat menangkapnya dalam pandangan, kemudian ia lepas kaus kakinya perlahan dan menggantinya dengan yang baru.
gadis berjilbab panjang kala hujan dengan kaus kaki cadangan.
aku berdiri, kuraih tasku dan berlari keluar masjid. kuacuhkan hujan hari itu. ada yang lebih deras yang mengalir di hatiku.
tiba-tiba aku merasa malu pada Tuhanku.

***
mereka-mereka yang senantiasa menjaga aurat dari ujung kaki hingga kepala, mereka-mereka yang menundukkan pandangan dari hal yang tidak semestinya. mereka-mereka; bidadari surga, sebaik-baik perhiasan dunia.

diamkan sampai hening yang paling
dalam.
karena yang saya tahu, takdir tidak akan tertukar. takdir tidak datang terlalu cepat maupun terlambat.
yang saya yakini, yang Dia janjikan.

kepada Maha Pemilik Hati yang ditanganNya segala perasaan berpulang:
.
.
.
.
.
.
(:

Membaca

tenggelam dalam kalam Allaah dan bacaan, menyimak perkataan orang benar, memperhatikan tindak tanduk kebaikan.
“membaca”.
maka tidak akan sia-sia waktu dalam kesedihan dan kegundahan.
“membaca”.
maka ilmu akan semakin bertambah dan diri semakin tenang.
mari membaca! bukankah kata pertama dalam wahyu yang turun adalah iqro alias bacalah?(:

Kala Sepi

dihadapan manusia baik, alim, alhamdulillaah.

tapi ketika sendiri, ah tidak apa-apa, hanya dosa kecil, tidak ada yang tahu. naudzubillaah.

bukankah ini yang sering terjadi?

menganggap tidak apa-apa berdosa sedikit, asalkan tidak ada orang lain yang melihat, padahal Allaah Maha Melihat lagi Maha Mengetahui.

):

ketakutan untuk bermaksiat seharusnya tumbuh dikala ramai maupun sepi. ketakutan berbuat dosa seharusnya ada dari lahir hingga mati. ketika dikalahkan oleh nafsu, menyesalah. bukankah Allaah cinta hambaNya yang bertaubat? tapi jangan sampai remehkan dosa, kecil maupun besar. nanti kalau diremehkan Allaah di akhirat bisa bahaya(‘:

disebutkan bahwa ketika mulai meremehkan dosa, mulai hilanglah ketaqwaan kita.

semoga dimudahkan untuk selalu istiqamah, baik saat sendiri ataupun bersama orang lain.

dijaga yang sudah ada, diperbaiki yang masih kurang. Allaah bersama orang-orang yang berusaha di jalanNya.

SEMANGAT!